Kiat-Kiat Mengenalkan Emosi Positif Kepada Anak Sejak Dini

Artikel

Orang tua adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Hal ini bukan merupakan isapan jempol belaka, karena kepada orangtua-lah setiap anak mencontoh. Menurut hemat psikologi behavioristik, setiap orang tua adalah role model utama bagi anak-anaknya untuk mempelajari perilaku-perilaku tertentu. Setali tiga uang, anak juga akan dengan mudah meniru perilaku orang tua mereka karena orang tua adalah sosok-sosok yang setiap hari berinteraksi dengan mereka. Anak dengan usia 0-4 tahun, dikatakan sedang mengalami fase golden age dalam perkembangan mereka, sehingga mampu menyerap begitu banyak informasi dan kemampuan baru dalam hidup mereka. Masa-masa inilah yang tidak boleh dilewatkan oleh ayah bunda untuk membentuk kepribadian ananda.

Setiap orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mengajarkan banyak hal kepada buah hatinya. Mulai dari bagaimana cara membaca dan menulis, cara mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, hingga bagaimana menjadi figur yang baik dalam tatanan sosial masyarakat. Dari sekian banyak hal yang dapat diajarkan ayah bunda kepada ananda, salah satu hal penting yang harus diajarkan pula adalah perihal emosi positif.

Emosi sendiri dimaknai sebagai ekspresi psikis yang muncul akibat faktor-faktor eksternal maupun internal manusia. Emosi adalah respon instingtif alami yang muncul atas adanya kondisi, mood, maupun interaksi antar dua individu maupun lebih. Emosi memiliki disposisinya masing-masing, namun secara umum dibagi menjadi emosi negatif dan emosi positif. Pembagian ini didasarkan pada dampak seperti apa yang dihadirkan oleh munculnya emosi tersebut. Emosi-emosi yang mendatangkan dampak buruk bagi individu dan menyebabkan adanya kerenggangan dengan individu lain, secara umum dikategorikan sebagai emosi negatif. Contoh dari emosi ini adalah sedih, marah, putus asa, frustrasi, rendah diri, takut, dan sebagainya.

Di sisi lain, emosi yang mendatangkan dampak yang baik nan membangun individu menjadi individu yang produktif, serta berpotensi untuk memunculkan nilai-nilai kebaikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain, secara umum dikategorikan sebagai emosi positif. Emosi positif ini mencakup kebahagiaan, harapan, optimisme, gairah dalam melakukan sesuatu, semangat, dan sebagainya. Emosi positif inilah yang hendaknya diperkenalkan kepada buah hati. Dengan begitu, buah hati akan memiliki bekal yang kuat untuk bertumbuh menjadi individu yang baik di masa depan. Tentunya, menanamkan dan mengajarkan emosi-emosi positif ini bukan perkara yang mudah, mengingat setiap anak terlahir dengan sifat dan predisposisi mereka masing-masing. Namun begitu, terdapat beberapa kiat agar ayah dan bunda senantiasa mampu menanamkan emosi-emosi positif ini dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, semakin dini usia ananda saat diperkenalkan dengan emosi-emosi positif, maka akan semakin mudah pula nilai-nilai tersebut tertanam dalam kepribadian mereka. Nah, berikut adalah kiat-kiat mengenalkan ananda pada emosi positif sedini mungkin:
1. Pertama tama, pastikan bahwa kehadiran ayah dan bunda dalam kehidupan ananda sudah cukup bermakna. Pastikan ayah dan bunda cukup memiliki quality time dengan ananda. Pastikan pula untuk memberi cukup perhatian dan kasih sayang kepada ananda. Dengan begini, ananda akan lebih mudah menerima ayah dan bunda sehingga proses pengenalan ananda kepada emosi-emosi positif menjadi lebih mudah.
2. Ajak ananda mengenali emosi emosi positif yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dan penyebab munculnya emosi tersebut. Semisal pada saat ananda bahagia, ucapkan “Wah senangnya adek bertemu ayah”, atau “wah kakak semangat sekali karena akan mengaji”. Dengan begini ananda akan menyadari sumber-sumber emosi positif tersebut dan akan belajar cara menemukan sumber-sumber emosi positif hingga ananda tumbuh dewasa nanti.
3. Biarkan ananda mengeksplorasi emosi yang ia rasakan. Semisal pada saat ananda sedang marah, biarkan sejenak dirinya larut dalam emosi tersebut dan merasakan dampak yang muncul dari emosi negatif tersebut. Setelah ananda tenang, beri ananda ruang untuk menceritakan pengalamannya dan bawa ananda menuju kesadaran bahwa emosi negatif itu memang ada, namun bukan untuk dipupuk dan dipelihara. Ingatkan ananda bahwa emosi itu tetap dipelihara, maka ia akan merasakan dampak buruk yang ia rasakan tersebut.
4. Jika ananda sudah cukup besar, kenalkan ananda pada emosi-emosi positif yang lebih kompleks, seperti harapan, kasih sayang, optimisme, dan sebagainya melalui media-media yang menarik perhatiannya. Misalnya buku bergambar, animasi kartun anak, video edukasi, dan sebagainya.
5. Rayakan hal-hal kecil bersama ananda. Hal-hal sederhana seperti hari ulang tahun ananda, hari saat ananda pertama bisa naik sepeda, atau hari saat ananda menghafal surat pendek pertamanya, menjadi saat yang tepat bagi ananda untuk mengenalkan emosi positif utamanya kebersyukuran. Di masa depan, ananda akan belajar mengapresiasi hal kecil dan menjadi pribadi yang mudah bersyukur.

Nah begitulah ayah dan bunda, beberapa kiat untuk mengenalkan ananda kepada emosi positif pada usia dini. Marilah kita sama-sama memberikan usaha terbaik untuk mendidik putra dan putri, sehingga terlahirlah generasi bangsa yang bermanfaat dan berbudi luhur.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*