SEHAT MENTAL DENGAN BIJAK DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

Seiring dengan perkembangan jaman kecanggihan teknologi juga tentu semakin berkembang pesat, aplikasi media sosial pun juga semakin banyak dan semakin beragam, seperti instagram, facebook, twitter, dll. Beberapa media sosial tersebut telah menjadi kebiasaan baru hampir semua orang di era milenial saat ini. Perkembangan dan perubahan tersebut tidak bisa kita elakan lagi, media sosial bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini. Tidak sedikit orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosialnya dibandingkan mengerjakan suatu kegiatan yang lebih produktif di kehidupan nyatanya sebagai masyarakat sosial.

Media sosial sangat menyita waktu dan perhatian orang yang menggunakannya, baik untuk kebutuhan pkerjaan di kantor, bisnis, bahkan untuk kebutuhan pribadi dan eksistensi nya sendiri. Dengan perkembangan yang begitu pesat  dan kehadirannya sangat dibutuhkan oleh manusia, media sosial tentu memiliki pengaruh atau dampak terhadap kehidupan manusia, seperti menyebabkan munculnya rasa kehilangan ketika gadget lupa dibawa kemana-mana. Seseorang akan cenderung merasa aneh karena tidak ada yang bisa dilakukan tanpa gadget di tangannya, serta dampak-dampaknya yang lain. Pada artikel ini akan membahas dampak secara psikologis pengguna media sosial terhadap kesehatan mentalnya.

Selama ini riset yang menemukan kaitan antara buruknya kesehatan mental dan penggunaan media sosial banyak dilakukan di negara-negara maju. Amerika Serikat dan Inggris adalah dua di antara banyak negara maju yang kerap menelaah topik ini. Namun saat ini, riset mengenai hubungan media sosial dan buruknya kesehatan mental telah dilakukan, yaitu terhadap masyarakat Indonesia yang tergolong negara berkembang. Peneliti mengamati efek penggunaan Facebook, Twitter, dan aplikasi chat. Peneliti mengkaji data dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014. Survei itu diikuti 22.423 orang Indonesia berusia 20 tahun ke atas. Peserta survei berasal dari 9.987 rumah tangga dan 297 kabupaten di penjuru Indonesia, temuan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial membahayakan kesehatan mental penggunanya.

Persoalan nyata berkaitan masalah kesehatan mental yang sering muncul dari media sosial antara lain: merasa rendah diri, merusak konsentrasi, penurunan harga diri, kecemasan, depresi, merasa kurang memiliki relasi, dan kecanduan media sosial. Kecemasan dapat terjadi karena merasa ketinggalan informasi jika tidak membuka media sosial. Merasa terlambat untuk merespon teman atau ketinggalan pembahasan bersama teman, turut menjadi alasan kecemasan. Sementara itu, melihat foto atau video yang diunggah oleh seseorang, secara tidak langsung dapat memengaruhi diri kita. Pengaruh tersebut berkenaan dengan harga diri dan penilaian terhadap diri sendiri. Ketika kamu membandingkan suatu unggahan terhadap keadaan dirimu sendiri, muncul rasa iri, sedih, atau tidak percaya diri. Sebagai contoh, melihat unggahan foto wanita yang terlihat cantik dan berpenampilan menarik. Kemudian, mengakibatkan kita menjadi membandingkan dengan diri sendiri. Perbandingan ini akan membuat seseorang rendah diri dan menurunkan keberhargaan diri sendiri karena merasa tidak cukup cantik dan menarik seperti wanita pada umumnya. Selain itu, seringkali kita tidak fokus melakukan sesuatu karena dibarengi dengan bermain gadget di tangan. Sebagai contoh, mengobrol dengan teman sembari scrolling timeline, mengerjakan tugas sambil cek notifikasi media sosial, atau membereskan rumah sambil membalas chat yang ada.

Hal lain yang tak jarang terjadi pada pengguna media sosial yaitu,  awalnya hanya ingin mengecek handphone, namun ternyata keasyikan bermain di dalamnya sampai ketiduran bahkan sampai lupa tidur dan begadang. Keterikatan dengan gadget di malam hari ini berdampak pada terganggunya jam tidur manusia. Pada awalnya, mungkin merasa malam adalah waktu santai untuk menikmati media sosial sambil berisitrahat. Akan tetapi, seseorang bisa terjebak di dalamnya pada saat mereka bermedia sosial hingga lupa waktu. Padahal, waktu tidur yang berkurang seringkali  dikaitkan dengan kolesterol tinggi, obesitas, depresi, mudah tersinggung, mudah terserang penyakit, dan kelelahan untuk beraktivitas di esok harinya.

Maka dari itu bagaimana cara mengatasi dampak buruk media sosial tersebut terhadap kesehatanmental kita?. Ketika media sosial telah mengakibatkankecanduan kecanduan dan menghambat aktivitas sehati-hari, maka coba lakukanlah beberapa tips dibawah ini :

  1. Offline sejenak dari media sosialmu. Alihkan penggunaan media sosialmu dengan aktivitas yang berhadapan langsung dengan orang. Seperti dengan keluarga atau teman yang mendukung dan peduli denganmu
  2. Perbanyak aktivitas yang memberi rasa nyaman pada pikiran dan badan. Berolahraga, bermeditasi, berkelana keluar mencari udara segar, atau melakukan aktivitas luar lainnya yang memberikan rasa kebebasan dan nyaman bagi dirimu sendiri
  3. Buat batasan yang tegas untuk penggunaan media sosialmu
  4. Lepas dan Hapus. Hal ini dilakukan ketika kamu memilih untuk benar-benar melepaskan diri dari media sosial. Kamu uninstall aplikasinya yang ada di gadget-mu. Kamu sengaja untuk tidak membeli paket data atau berada di daerah yang tidak ada wifi sehingga mempersulit dirimu untuk mengakses media sosial. Hingga akhirnya, nanti intensitas penggunaan media sosialmu akan berubah.

Segala sesuatu pasti memiliki sisi baik dan buruk di baliknya. Sama halnya dengan media sosial, walaupun dapat berakibat pada masalah kesehatan mental,  media sosial dapat menjadi media untuk melepaskan keresahan, kesepian, dan kesedihan yang dirasakan bagi sebagian orang. Seseorang juga bisa bertemu dengan pengguna lain yang merasa memiliki kesamaan dan dapat saling memberi dukungan. Di sisi lain, media sosial juga memudahkan untuk menjaga hubungan dengan mereka yang jauh dari kita. Dengan menjaga hubungan, kita dapat memantau perkembangan kehidupan masing-masing melalui media sosialnya. Selain itu, kita dapat mendukung satu sama lain ketika terjadi suatu hal yang tidak menyenangkan. Maka dari itubelajarlah menjadi pengguna media sosial yang bijak sejaksaat ini, dengan menggunakan sewajarnya dan secukupnya saja agar tidak kecanduan, selain itu juga jangan lupa untuk tetap menyibukkan diri dengan aktivitas yang produktif dengna lingkungan sekitar kehidupan sosial yang nyata.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top