5 Faktor Turn Over Pegawai Yang Perlu Perusahaan Ketahui

Dalam sebuah perusahaan, sumber daya manusia (SDM) atau pegawai merupakan salah satu aset penting yang dimiliki karena tanpa adanya SDM tentu saja perusahaan tidak dapat menjalankan proses yang menambah nilai dan menghasilkan keuntungan. Memiliki pegawai yang loyal dan berkompetensi tinggi merupakan salah satu keuntungan yang besar, karena pegawai yang memiliki kompetensi tinggi dapat mengembangkan perusahaan lebih baik. Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan dalam menjaga serta mengembangkan SDM agar memiliki pengalaman dan kualitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga SDM yang dimiliki adalah dengan memperkecil turn over pegawai.

Apa itu turn over pada pegawai? Turn over adalah tindakan seorang pegawai untuk mengundurkan diri dari pekerjaan berdasarkan inisiatif pribadi atau keputusan dari perusahaan. Namun pada umumnya turn over dilakukan oleh inisiatif dari pegawai. Fenomena turn over yang terjadi di Indonesia dari survei yang dilakukan oleh Hay Group pada tahun 2013-2014 terdapat tingkat turn over pegawai sebesar 25,8% jumlah tersebut adalah terbesar ketiga di dunia setelah Negara India, dan Rusia. Tentu saja perusahaan tidak apat menghindari akan adanya turn over yang dilakukan oleh pegawai, akan tetapi apabila tingkat turn over yang dilakukan oleh pegawai terlampau tinggi tentu saja berdampak kurang baik bagi perusahaan, misalkan perusahaan harus mengeluarkan biaya serta waktu untuk merekrut serta melatih pegawai yang baru, apabila yang melakukan turn over adalah pegawai yang memiliki pengalaman serta kompetensi yang tinggi tentu saja membuat perusahaan tidak tumbuh secara optimal atau bahkan mengalami kemunduran.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat pegawai melakukan turn over dari pekerjaannya, diantaranya adalah:

  • Usia

Pada umumnya pegawai yang memiliki usia muda memiliki keinginan turn over yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pegawai yang berusia tua, hal ini  dikarenakan pegawai yang lebih muda memiliki keinginan untuk mencoba pekerjaan lain, berbeda dengan pegawai yang berusia lebih tua karena dengan beberapa pertimbangan seperti tidak ingin repot, memiliki tanggung jawab dengan keluarga, dan memiliki potensi perpindahan kerja yang kecil.

  • Kepuasan Pekerjaan

Penelitian menemukan bahwa apabila tingkat kepuasan pada pekerjaan rendah dapat meningkatkan tingkat turn over pada pegawai. Kepuasan pekerjaan dapat terpenuhi jika harapan, kebutuhan, serta nilai-nilai yang diharapkan dari pegawai ada pada perusahaan. Beberapa aspek kepuasan yang diliputi seperti kepuasan akan upah yang diberikan perusahaan, promosi yang diberikan, kepuasan dengan sesama rekan kerja

  • Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan memiliki pengaruh terhadap tingkat turn over pegawai, hal ini dikarenakan budaya perusahaan yang kuat serta dapat diterima oleh setiap pegawainya akan membentuk kekuatan kesetiaan dan komitmen. Oleh karena itu apabila sebuah perusahaan memiliki budaya yang kuat dan memiliki pengaruh yang besar terhadap para pegawainya dapat mengurangi tingkat turn over yang terjadi di perusahaan.

  • Keterikatan terhadap organisasi

Pegawai  yang mempunyai rasa ikatan yang kuat terhadap perusahaan tempat ia bekerja mempunyai dan membentuk perasaan memiliki (sense of belonging), rasa aman, efikasi, tujuan dan arti hidup, serta gambaran diri yang positif. Semakin tinggi rasa keterikatan seseorang pegawai terhadap perusahaannya maka semakin kecil tingkat keinginan untuk berpindah pekerjaan dan perusahaan, begitu juga sebaliknya

  • Lama Bekerja

Dari hasil penelitian, pegawai yang sudah lama bekerja pada suatu perusahaan akan memiliki keinginan turn over yang rendah, dan tingkat turn over cenderung lebih tinggi pada pegawai yang belum lama bekerja di perusahaan. Adanya hubungan antara usia pegawai, terdapat minimnya sosialisasi pada awal-awal bekerja memiliki kemungkinan pada terjadinya turn over tersebut.

Dari beberapa faktor yang ada diatas alangkah baiknya perusahaan lebih mengerti serta dapat meningkatkan beberapa faktor dari perusahaan untuk bisa meminimalisir tingkat turn over, seperti dengan memperkuat budaya organisasi yang dimiliki, melibatkan aspirasi pegawai dengan pengembangan perusahaan agar meningkatkan rasa ikatan yang kuat antara pegawai terhadap perusahaan, dan lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top