Ayo, Tumbuhkan Jiwa Kepimimpinan dengan 6 Cara Jitu Berikut Ini!

      Dalam dunia kerja, sebagai seorang atasan memang harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Hal tersebut dikarenakan sebagai atasan mereka harus bisa mengatur semua anak buahnya agar dapat bekerja dengan baik. Selain itu, menjadi seorang pemimpin bukan hanya sebuah jabatan tertentu di suatu perusahaan atau lembaga. Namun, hal tersebut juga sangat penting bagi setiap individu karena dengan memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, individu dapat mulai memimpin diri sendiri sehingga kedepannya mampu untuk memimpin orang lain. Menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi tentunya tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang sangat panjang. Oleh karena itu, untuk mencapai keberhasilan dalam memimpin orang lain, seseorang harus senantiasa mau berusaha untuk mengasah potensinya. Seseorang tidak akan dapat tumbuh dan berhasil apabila mereka tidak memiliki keinginan untuk berubah dan menyadari kesalahannya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang baik. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilatih untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang, diantaranya:

  1. Berani mengambil resiko. Dalam dunia kepemimpinan sendiri terdapat 3 elemen penting yang perlu kita ketahui yaitu, sasaran, resiko dan konsekuensi. Sasaran sebagai seorang pemimpin haruslah jelas agar segala upaya yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah kita dapat menentukan sasaran yang jelas, kita harus berani mengambil sebuah resiko. Terkadang ketika kita melakukan sebuah upaya untuk mencapai tujuan tertentu, kita juga perlu melakukannya dengan beberapa cara yang dapat memunculkan sebuah resiko. Maka dari itu, resiko apapun yang diterima harus diambil agar tujuan yang diinginkan dapat terwujud. Tahap terakhir yaitu menerima dan menyadari akan segala konsekuensi dari resiko yang telah kita ambil. Karena konsekuensi merupakan sesuatu yang mau tidak mau harus kita terima. Meskipun kita tidak suka tapi kita tidak bisa menolaknya.
  1. Menjadi orang yang inovatif. Untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, seseorang harus bisa berpikir lebih inovatif. Karena dengan berpikir inovatif berarti berpikir tentang cara yang lebih efektif dan efisien saat menghadapi suatu persoalan. Sebagai seorang pemimpin kita harus memiliki pemikiran seperti ini agar dapat mengelola suatu perusahaan dengan metode-metode yang lebih baru. Untuk mendapatkan suatu pemikiran yang inovatif, seorang pemimpin harus mau belajar hal-hal baru bisa dengan membaca, berdiskusi, dan mencari referensi bacaan. Berpikir inovatif menjadi modal awal untuk mulai menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang.
  1. Memiliki harapan. Setelah berbagai usaha yang telah dilakukan, seorang pemimpin juga perlu memiliki harapan yang baik dan tinggi. Karena semakin banyak memikirkan apa saja yang dapat dicapai, maka akan semakin banyak sesuatu yang bisa tercapai. Milikilah harapan yang paling tinggi. Hal tersebut akan memberikan kesan sebagai seorang pemimpin yang optimis di mata anggota yang lain sekaligus memotivasinya untuk menjadi seorang pemimpin yang optimis.
  1. Berpikir positif. Seseorang yang mampu berpikir positif akan dapat memberikan feedback yang baik bagi kehidupannya dan juga orang lain. Banyak manfaat yang dapat diambil dari berpikir positif, salah satunya akan membuat seseorang tidak terlalu berlebihan dalam memikirkan masalah yang sedang dihadapinya. Karena bagi mereka berpikir positif adalah suatu pijakan untuk menjadi lebih baik. Berpikir positif juga erat kaitannya dengan optimisme, dan sifat ini memang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin adalah panutan, sehingga jika pemimpin tidak dapat berpikir positif dan selalu merasa pesimis maka akan hilang kepercayaan dari anggotanya.
  1. Selalu berada di depan. Menjadi seorang pemimpin berarti berada di depan yang artinya menjadi seorang panutan atau suri tauladan bagi para anak buahnya. Hal tersebut juga senada dengan penuturan Ki Hajar Dewantoro yaitu “Ing Ngarso Sung Tuladha”, yang artinya pemimpin itu berada di depan dan mampu memberikan teladan yang baik kepada anggotanya.
  1. Mengelola sikap setiap hari. Penting bagi kita untuk selalu mengingat tentang kejadian masa lalu untuk kemudian diambil hikmahnya. Kita harus dapat mengingat keputusan apa yang sudah kita ambil serta mengelola pemikiran kita dan melakukan tindakan ke arah yang konsisten dengan keputusan yang telah kita buat. Apabila kita dapat bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang telah kita ambil, mengakui kesalahan, mengubah cara pandang kita, mengelolanya setiap hari dan bersikap positif maka jiwa kepemimpinan akan dapat kita tumbuh kembangkan. Sebab hal ini akan membantu kita dalam menyelesaikan suatu permasalah.

      Untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi memang tidaklah mudah, namun dengan niat kuat dan usaha keras maka jiwa kepemimpinan akan mudah didapatkan. Karena dengan kita memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi maka akan membuat kita selalu bertanggung jawab terhadap setiap hal yang dikerjakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top