BE A MEANINGFUL AND MINDFULNESS PARENTS! HOW?

“Suatu hari, saya sebagai seorang ibu menjalani hari seperti biasanya, saya sedang berdiri di depan wastafel dan menghela nafas melihat tumpukan piring kotor. Saya memulai untuk mencucinya secepat mungkin karena pikiran saya sudah melayang pada lima hal yang harus saya lakukan selanjutnya sebagai seorang ibu, juga sebagai istri. Saya merasa stres. Anak saya berlarian sambil berteriak se-akan-akan sedang menaiki se-ekor naga. Saya terganggu dengan suara itu dan saya membentaknya untuk tidak berlarian di dapur. Mengapa hal ini terus berlangsung? Saya merasakan hal ini sudah jutaan kali. TETAPI, ada jalan yang berbeda. Ada cara bagaimana untuk menjadi orang tua yang penuh perhatian, tidak mudah stres, dan bisa menjadi orang tua yang berarti bagi anaknya.”

Salah satu hal yang dapat membuat perubahan signifikan dalam otak orang dewasa adalah Memiliki anak.

Ketika kita menjadi orang tua, otak kita berubah.
Ketika anak kita lahir, kita terlahir menjadi orang tua.

Peran baru menjadi orang tua merupakan suatu hal yang tidak kita dapatkan pelajarannya di sekolah manapun. Tetapi, untuk menjadi orang tua juga pastinya butuh ilmu dan keterampilan khusus karena hal itu menjadi tantangan tersendiri. Memang sulit untuk belajar bagaimana meregulasi diri kita dengan dihadapkan dengan si kecil yang tidak dapat mengatur dirinya sendiri. Sungguh tidak mudah. Tetapi, pada saat yang bersamaan, otak kita sebagai orang tua menjadi lebih terbuka terhadap hal-hal baru yang bersangkutan dengan regulasi diri—jadi itu adalah waktu yang tepat untuk berlatih bagaimana menjadi meaningful dan mindfulness parents—yang mana dapat mendukung regulasi emosi, resiliensi stres, dan empati, menjadikan diri kita lebih baik dalam mengatasi hal-hal dalam menjadi orang tua. Sangat disayangkan, apabila menjadi orang tua, kita tidak memiliki bekal sebelumnya menjadi orang tua begitu juga pada saat menjadi orang tua, kita tidak pernah belajar. Karena menjadi orang tua merupakan tugas yang bisa dibilang abadi, terus menerus berlangsung selama kita memiliki anak. Begitu juga dengan proses belajar menjadi orang tua akan terus menerus berlangsung selama kita menjadi orang tua.

“Saya melihat keluar jendela, ada burung gelatik yang sedang makan di atas pohon. Saya menghembuskan napas perlahan. Saat saya menggosok piring bersih-bersih, terpikirkan bahwa piring itu memang akan segera kotor kembali, tetapi untuk sekarang, saya merasa puas bahwa piringnya tampak berkilau bersih. Saya bernafas. Dan ketika anak saya berjalan di atas naga imajinernya – saya tersenyum – saya katakan kepadanya ada burung di luar dan saya katakan padanya untuk tidak lari dekat kompor dan mesin pencuci baju ketika terbuka. Dia tersenyum dan berlari di sekitar meja sementara saya mulai menumpuk piring ke atas rak. Kedengarannya biasa-biasa saja, tetapi satu-satunya perbedaan nyata adalah bahwa saya hadir. Saya masih memiliki 20 hal lagi yang harus dilakukan. Anak saya masih berteriak. Tapi saya berbeda. Saya memilih untuk berbeda. Saya memilih untuk berada di sini – untuk melihat anak saya – untuk tersenyum pada imajinasinya. Karena suatu hari – semua itu, momen ini, akan tersapu hilang. Yang benar-benar saya miliki adalah sekarang. Bukan waktu yang membuat hidup bermakna. Waktu adalah ilusi, waktu membuat kita sibuk dan sedih. Hubungan yang kami buat – bagaimana kami mendengarkan satu sama lain – hadir pada saat itu – yang membuat hidup lebih bermakna. Terkadang memang terlalu banyak hal yang kita pikirkan entah itu hal-hal yang sudah lampau atau juga ketakutan kita akan hal-hal yang akan datang, jika kita terus-terusan hidup seperti itu, kita akan kehilangan hari ini. Jika kita terlibat dan terhubung dengan anak kita pada saat itu, pada momen sekarang, beban akan menghilang dan kita akan menikmati waktu ini. Momen biasa ini terjadi saat mencuci piring sedangkan si kecil berlari berkeliling dengan naga.”

Dari cerita di atas, dapat dipetik hikmahnya bahwa ada perubahan yang terlihat kecil namun dapat berdampak besar pada hidup seorang ibu yang juga dirasakan oleh sang anak. Belajar menjadi meaningful dan mindfulnes parents merupakan langkah yang bisa diambil oleh semua calon orang tua ataupun yang sudah menjadi orang tua itu sendiri. Salah satu caranya bisa kita dapatkan dengan mengikuti seminar online dari Metamorfosa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top