Belajar Memahami Pandemi COVID-19 Bersama Anak-Anak

COVID-19 telah menjadi pandemik global yang membawa dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan dunia, mulai dari aspek ekonomi, politik, budaya, pendidikan hingga sosial. Pembatasan interaksi sosial yang diterapkan juga mempengaruhi roda kehidupan manusia. Salah satu dampak dari terhambatnya aktivitas sosial adalah keputusan pemerintah untuk memindahkan pembelajaran di sekolah menjadi di rumah dengan memanfaatkan pembelajaran daring. Hal ini membuat berbagai pihak tidak siap dan khawatir dengan kondisi ini. Misalnya, anak-anak yang kecewa karena tidak bisa masuk sekolah, bosan hingga sedih karena harus melakukan aktivitasnya dirumah untuk waktu yang lama. Para orang tua pun mungkin khawatir dan bingung dengan kondisi yang sulit diterima ini.
Terlebih dengan berita tentang COVID-19 saat ini di berbagai media informasi, dari koran, televisi hingga media online. Banyak orang terpapar media digital secara terus-menerus dan cukup sulit mengendalikan berita-berita yang beredar itu. Ketika pembahasan publik seputar COVID-19 meningkat banyak orang terpengaruh oleh hal ini, termasuk anak-anak. Tidak mengherankan jika anak-anak mungkin merasa khawatir dan cemas tentang diri mereka sendiri, keluarga, teman-teman mereka. Anak-anak mungkin masih sulit memahami apa yang mereka lihat dan dengar dari televisi, radio atau media online lainnya. Sehingga anak-anak lebih rentan mengalami perasaan sedih, cemas ataupun takut.
Orang tua, anggota keluarga, guru dan orang dewasa lainnya memainkan peran penting dalam membantu anak-anak memahami apa yang mereka ketahui tentang COVID-19 ini dengan cara yang jujur, akurat dan meminimalkan kecemasan, kehawatiran atau ketakutan mereka. Meskipun membahas wabah COVID-19 yang berkembang bersama anak-anak cukup sulit, tetapi hal ini penting dilakukan. Mendampingi anak-anak secara terbuka dapat membantu mereka memahami, mengatasi apa yang terjadi saat ini, bahkan dapat memberikan kontribusi positif bagi orang lain. Mungkin tidak ada cara yang benar atau salah ketika berbicara dengan anak-anak mengenai keadaan darurat kesehatan semacam ini. Namun, ada beberapa saran yang mungkin berguna yang bisa kita lakukan :
1. Ciptakan lingkungan atau suasana yang terbuka dan mendukung untuk anak-anak dapat dengan mudah bertanya atau bercerita tentang apa yang mereka dengar dan mereka ingin tahu. Luangkan waktu untuk berbicara dengan mereka dan pastikan bahwa kita selalu ada ketika mereka memiliki pertanyaan-pertanyaan. Tunjukkan bahwa kita mendengarkan mereka dengan penuh perhatian.
2. Gunakan kata-kata dan konsep yang bisa dipahami anak-anak, jelas dan sederhana. Sesuaikan penjelasan dengan usia, bahasa dan tahap perkembangan anak. Jika anak-anak masih sangat muda dan belum pernah mendengar tentan wabah ini, maka tidak perlu membahasnya terlalu banyak
3. Pastikan untuk membantu anak mengakui perasaan mereka dan meyakinkan mereka bahwa wajar jika mereka merasa takut, khawatir ataupun sedih tentang hal ini.
4. Perhatikan apa yang dilihat dan didengar anak-anak di televisi, radio atau media online dan batasi informasi yang mungkin dapat menyebabkan kecemasan pada anak. Dan berikan informasi yang jujur dan akurat sesuai usia dan tahap perkembangan anak.
5. Cobalah untuk menghindari percakapan yang mengarah pada stigma akibat COVID-19 ini dan ingatkan mereka bahwa pekerja kesehatan dan orang yang berwenang lainnya sedang bekerja keras untuk menjaga semua orang tetap aman dan sehat.
6. Berbicaralah dengan anak-anak tentang apa yang dapat mereka akukan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain, misalnya menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan yang benar dan menfaat kebaikan apa yang bisa kita dapatkan.
7. Perhatikan anak-anak kita jika mereka mengalami perasaan atau perilaku yang mengganggu, seperti terlalu sering bertanya tentang wabah COVID-19, kekhawatiran yang mengganggu dan terus berulang, atau enggan berada jauh dari orang tua. Jika perilaku tersebut masih terjadi, segera meminta bantuan dari professional seperti psikolog, psikiater atau guru.
Kondisi darurat kesehatan masayarakat seperti ini memang tidak mudah dipahami atau diterima oleh siapapun. Menjadi wajar jika anak-anak merasa takut, sedih dan bingung dengan kondisi seperti ini. Sebagai orang tua, guru atau orang dewasa yang peduli, kita dapat membantu mereka dengan mendengarkan dan merespon dengan cara yang jujur, ramah dan meyakinkan. Dengan menciptakan lingkungan yang terbuka dimana mereka dapat bertanya apapun dan kapanpun mereka mau, dapat membantu mereka mengatasi kondisi atau peristiwa seperti ini dan mengurangi risiko kesulitan secara emosional yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top