Dengan Bipolar, Kita Bisa

Setiap orang pasti mengalami perubahan suasana hati yang pasang surut, namun jika perubahan tersebut sering terjadi secara mendadak dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi dirinya dan orang lain, bisa jadi itu gangguan bipolar. Bipolar berasal dari dua kata, yaitu bi (dua) dan polar (kutub). Bipolar adalah gangguan perasaan dengan dua kutub yang bertolak belakang, yaitu kutub depresi dan mania.

Kutub depresi adalah keadaan emosional yang ditandai dengan kesedihan yang mendalam, merasa tertekan, pesimis, putus asa, kehilangan minat terhadap rutinitas sehari-hari, kesulitan mengingat dan konsentrasi, merasa lelah, menyendiri, nafsu makan menurun, rendah diri, malas.atau bahkan berkeinginan untuk bunuh diri.

Sedangkan kutub mania adalah keadaan emosional yang ditandai dengan kebahagiaan yang berlebihan, hiperaktif, mudah teralihkan dan berubah pikiran, kontrol diri yang lemah, banyak bicara, memiliki banyak ide atau gagasan, aktif, sangat sensitif sehingga mudah tersinggung, terburu-buru dalam melakukan sesuatu, sangat berenergi, berbicara dengan cepat, dan menurunnya kemampuan dalam pengambilan keputusan.

Suasana hati penderita bipolar berubah dengan ekstrem, tiba-tiba sedih, lalu sepersekian detik sangat senang tanpa melihat keadaan. Perubahan mood yang dialami penderita bipolar menimbulkan penderitaan tersendiri baginya. Emosi yang mudah meledak baik saat senang maupun sedih mungkin membuat lingkungan sekitar tidak nyaman.

Gangguan bipolar bukanlah penyakit menular karena tidak ada media penularannya seperti virus, bakteri, kuman, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberpa penyebab gangguan bipolar:
1. faktor genetik : seseorang yang salah satu orang tuanya menderita bipolar, maka dia memiliki kecenderungan lebih besar mengalaminya.
2. struktur otak : sebuah studi menggunakan MRI menemukan bahwa pola perkembangan otak pada anak dengan bipolar ternyata mirip dengan anak yang mengalami mental retardasi
3. pengaruh hormon : adanya ketidakseimbangan hormone norepinephrine, dopamin, dan serotonin
4. peristiwa traumatis seperti kehilangan seseorang sehingga menimbulkan kesedihan yang mendalam
5. faktor lainnya, seperti stress dan penyalahgunaan obat-obatan

Apa yang bisa dilakukan oleh penderita bipolar ?
Penderita bipolar bisa menyalurkan energinya melalui sebuah karya, baik karya seni lukis, kerajinan tangan, maupun puisi. Seperti pameran yang dilakukan oleh BCI (Bipolar Care Indonesia) pada tahun 2018 sebagai bentuk dukungan kepada penderita bipolar. Puluhan seniman dengan gangguan bipolar menuangkan pengalamannya dalam sebuah lukisan di pameran seni rupa bertemakan Ekspresi Ragam Jiwa. Karya seni ini menjadi salah satu terapi dalam penyembuhan gangguan bipolar. Bipolar memang sebuah gangguan, tapi dapat dikelola. Seseorang yang dideteksi sejak dini mengalami bipolar, maka sangat mungkin perkembangan bipolarnya dikelola.

Ketika kamu mulai menyadari bahwa terkadang suasana hatimu berubah dengan ekstrem dan membuat tidak nyaman, segeralah pergi ke profesional untuk mengetahui apakah kamu menderita bipolar atau hanya stress biasa. Terapi yang bisa diberikan bagi penderita bipolar antara lain dengan terapi pengobatan dan terapi psikologis. Terapi pengobatan bisa dengan pemberian obat antipsikotik dan antidepresan, namun tergantung gejala yang dialami. Penerimaan, dukungan, dan motivasi dari keluarga juga sangat dibutuhkan bagi penderita bipolar. Jangan pernah mendiagnosis sendiri jika kamu mengalami beberapa gejala bipolar, karena diagnosis hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top