Membedakan Antara Percaya diri dengan Narsis

Membedakan Antara Percaya diri dengan Narsis

Pernahkah kalian bertanya-tanya apakah orang narsis itu adalah orang yang sangat percaya diri?, atau pernah mendengar pernyataan bahwa orang narsis adalah orang yang kelebihan percaya diri? Tidaaak…, tahu kah kalian ternyata percaya diri dengan narsis ada dua hal yang berbeda lhoo. Lalu bagaimana kah cara membedakannya? Dan kira-kira sifat mana yang lebih positif ?percaya dirikah ataukah narsis?

Yuks… mari sama-sama kita bahas dalam artikel ini

Meski sekilas sama, narsis dan percaya diri tidaklah sama. Secara sederhana, orang yang percaya diri menerima dirinya sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya, sementara dia yang narsis selalu diliputi hasrat untuk terlihat paling hebat dan mengalahkan oranglain . Sebenarnya dia yang narsis tidak betul-betul percaya diri. Karena percaya diri bukan hanya sekedar berani berbicara di depan umum atau berani tampil menonjol. Tetapi Percaya diri adalah rasa percaya terhadap diri yang akan membuatmu kuat sebagai seorang pribadi. Sedangkan narsis sebenarnya bukan mencintai dirinya sendiri, tetapi bayangannya. Mencintai diri sendiri adalah hal yang normal dan sehat. Tapi yang terjadi pada seorang yang narsis adalah ia mencintai citra diri yang ditangkap oleh orang lain.

Orang yang jatuh cinta pada bayangan tidak mampu mencintai sesamanya, juga dirinya sendiri. Untuk terus eksis menonjolkan kelebihannya, seorang narsis tergantung pada yang disebut sebagai Narcissistic Supply, yaitu pandangan orang-orang di sekitarnya yang menampilkan ilusi bahwa ia seorang yang penting, unik, dan istimewa. Setiap orang pasti memiliki rasa kebanggaan terhadap diri sendiri, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi jika sudah berlebihan, terutama kebanggaan terhadap fisik (body narsis), maka sudah menjadi negatif.

Jika orang percaya diri itu memiliki mental, mimpi, dan cara yang positif. Berbeda ddengan mereka yang berada  dalam lingkaran narsis. Mereka menjelma menjadi figur yang haus perhatian, benci kritik, takut penilaian negatif, menghalalkan segala cara agar menjadi yang terbaik, tak pernah cukup, serta selalu gelisah.

Lalu bagaimana cara membedakannya?

Di bawah ini mari kita bahas yuk cara membedakannya👇👇

1. Orang percaya diri sudah nyaman dengan dirinya, sedangkan orang narsis mencari pengakuan dari orang lain untuk menjadi nyaman di lingkungannya

Rasa percaya diri muncul ketika kamu sudah bisa menerima dirimu sendiri. Tidak malu mengakui kekurangannya, sebagaimana  mensyukuri kelebihannya. Karena itu, dia punya gaya sendiri dan tidak pernah berusaha menjadi orang lain. Orang yang percaya diri, tidak pernah peduli dengan apa kata orang lain. Sebaliknya, bagi orang yang narsis, pandangan orang adalah hal paling penting sedunia. Dari luar, mereka terlihat mencintai dan mengagumi diri sendiri, namun sebenarnya, sangat membutuhkan pengakuan dari orang lain. Tanpa itu, mereka tidak akan nyaman dengan diri sendiri.

2. Orang percaya diri tidak takut mengakui kesalahannya, tetapi orang narsis sibuk membela diri

Sebab orang yang percaya diri tak segan mengakui kekurangannya, ketika melakukan kesalahan, dia juga tidak sibuk mencari kambing hitam. Dengan berani dia mengakui bahwa dia salah, dan siap bertanggung jawab atas itu. Dia tahu dengan begitu, dirinya juga akan akan belajar untuk menghindari kesalahan yang sama. Namun orang yang narsis ketakutan dengan kelemahannya sendiri. Mengakui kesalahan sama dengan mengakui kekurangan. Untuk menutupinya, dia akan sibuk mencari orang atau keadaan untuk disalahkan. Karena si narsis tidak mau mengakui kesalahan, dia juga sulit belajar memperbaiki diri setiap harinya.

3. Memiliki pola pikir yang berbeda

Seorang yang percaya diri memiliki pola pikir yang lebih dari cukup (abundance) untuk kelangsungan dirinya. Di dalam pikiran mereka tertanam rasa percaya bahwa dirinya dapat menjadi baik dan menjadi pribadi yang kuat. Hal tersebut terlihat dengan sikap mereka yang turut bahagia jika melihat orang lain mendapatkan achievement, merasa nyaman dengan dirinya, dan tidak merasa insecure.

Perilaku narsis memiliki pola pikir yang sedikit dangkal. Di dalam mindset-nya tertanam ketakutan untuk gagal, merasa harus bisa mengungguli orang lain, dan ingin mengalahkan orang lain.

Perilaku narsis cenderung ingin meningkatkan levelnya tetapi dengan menurunkan value orang lain. Selain itu mereka juga iri atau tidak suka melihat orang lain memiliki apa yang diinginkannya. Seseorang dengan gangguan narsis biasanya memiliki masalah dengan kebahagiaan.

Naaah sudah tau kan apa saja bedanya narsis dengan percaya diri? 

Orang percaya diri adalah orang yang benar-benar percaya dengan diri mereka sendiri, mereka nyaman dengan diri mereka, tidak pernah takut untuk mengakui kekurangan mereka. Segala sumber kenyamanan berada dalam diri mereka. Sedangkan orang narsis adalah orang yang bahagia ketika mereka mendapatkan pengakuan dari orang lain. Mereka sebenarnya tidak benar-benar nyaman dengan jati diri mereka. Orang yang narsis justru selalu mengusahakan dirinya terlihat sempurna dan menutupi segala kurang mereka. Hal ini membuat mereka menjandi orang yang terlihat egois, haus popularitas,benci di kritik, dan takut di nilai negatif. Mereka mendapatkan rasa nyaman kepada diri mereka dari orang lain melalui penilaian orang lain.

Semoga dengan mengetahuinya kedua perbedaan tersebut dan membuat kita mengerti bagaimana cara mencintai dan percaya dengan diri kita sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top