Fakta Mitos tentang Kecerdasan Emosi

Oleh : Dzikria Afifah Primala Wijaya

Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan

Tan Malaka

Mungkin selama ini — terutama di masyarakat Indonesia, masih menitikberatkan pada kecerdasan otak. Padahal kecerdasan manusia tidak hanya terbatas pada kecerdasan otak saja, tetapi juga terletak pada kecerdasan emosi. Tahukah Anda apakah yang dimaksud dengan kecerdasan emosi?

Bar-On menjelaskan bahwa kecerdasan emosi merupakan serangkaian kemampuan pribadi, emosi, dan sosial yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tuntutan dan tekanan lingkungan (Mayer dkk, 2001). Menurut Salovey (dalam Goleman, 1999) kecerdasan emosi terdiri dari mengenali emosi diri atau kesadaran diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain atau empati, dan membina hubungan.

Sejalan dengan anggapan masyarakat yang lebih mementingkan kecerdasan akademik, masyarakat juga masih keliru terkait kecerdasan emosi. Apa yang masyarakat yakini tentang kecerdasan emosi belum tentu sebuah fakta. Lalu apa sajakah fakta-mitos tentang kecerdasan emosi?

Kecerdasan Emosi merupakan Faktor Genetik

Mitos. Kecerdasan emosi berbeda dengan kecerdasan otak. Kecerdasan emosi masih dapat ditingkatkan seiring berjalannya waktu. Peningkatan kecerdasan emosi diperlukan agar mampu meraih sukses dalam kehidupan.

Perempuan Lebih Cerdas secara Emosi dibanding Pria

Mitos. Secara umum perempuan dan pria memiliki kecerdasan emosi sama baiknya. Hal itu diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan oleh Prawitasari dan kawan-kawan (1996).

Cerdas Emosi, Cerdas Sosial

Fakta. Dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Endah Susilowati (2013). Penelitian tersebut menyatakan bahwa kematangan emosi siswa akselerasi tinggi biasanya akan diikuti dengan penyesuaian sosial yang tinggi.

Mencoba untuk seimbang bukanlah hal yang sulit, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan bukan? Mari kita belajar bersama untuk seimbang, baik itu cerdas emosi dan cerdas otak. Selamat Belajar!

 

SUMBER :

  1. Goleman, D. (1999). Kecerdasan Emosional. Terjemahan, Cetakan IX. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Mayer, J. D., Ciarrochu, J. & Forgas, J. P. (2001). Emotional Intelligence in Everyday Life: A Scientific Inquiry. London: National Gallery.
  3. Prawitasari, J. E., Martani, W., Adiyanti, M. G. (1996). Konsep Emosi Orang Indonesia: Pengungkapan dan Pengartian Emosi Melalui Komunikasi Non-Verbal di Masyarakat yang Berbeda Latar Budaya (Sumatera). Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
  4. Susilowati, E. (2013). Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Sosial pada Siswa Akselerasi Tingkat SMP. Jurnal Online Psikologi. 1, 1, 101-113.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top