Forgiveness Therapy: Terapi Pemafaan

Memaafkan adalah proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan dan dendam yang disebabkan oleh pelaku. Memaafkan adalah state of mind yang melibatkan pikiran, perasaan, dan tindakan tertentu. Memaafkan adalah pengalaman perpindahan dari suatu momen ke momen lain. Memaafkan tidak hanya mengenyahkan energi negative tapi juga menggerakkan ke perasaan positif.

Analogi dari dr.Hayes, orang yang tidak memaafkan ibarat orang yang terkena sabetan clurit dari seseorang dan membawanya kemana- kemana. Karenanya, kemana- mana pula ia tetap membawa clurit itu.

Memaafkan melampaui:

  1. Menerima apa yang sedang terjadi.

Untuk memaafkam perlu ada sikap menerima atas apa yang terjadi. Menerima kenyataan dibarengi dengan pemahaman yang lengkap tentang apa yang terjadi.

  1. Menunda kemarahan.

Memaafkan bukan berarti kita menunda kemarahan. Memaafkan berarti membolehkan diri sendiri merasa marah, bukan menundanya, namun juga pada saat yang sama, mampu mengelola emosi marah itu sehingga kita tidak berada dalam kendalinya.

  1. Bersikap netral terhadap orang lain

Wajar jika seseorang memiliki sikap negative ketika ia disakiti oleh orang lain. Memaafkan bukan hanya mengalihkan dari sikap negative ke netral. Memaafkan akan mengalihkan kita dari sekedar netral ke sikap kasih pada orang lain.

  1. Membuat diri sendiri merasa baik. mengelola diri hingga mampu merasakan nyaman tidak serta merta sama  dengan memaafkan.

Memaafkan bukanlah memaklumi, melupakan, atau membenarkan apa yang orang lain lakukan.

Siapakah yang harus dimaafkan?

 

Menurut buku Haerul (2011) dalam buku Forgiveness Therapy ada 20 orang atau hal yang perlu dimaafkan, diantaranya adalah:

 

  • Tuhan                                                                  
  • Nabi
  • Diri sendiri
  • Orang tua
  • Saudara
  • Suami/ istri
  • Sahabat
  • Pacar
  • Anak, dll.

Alasan seseorang tidak memaafkan bisa saja salah satu dari hal dibawah ini:

  1. Mendapatkan simpati dan perhatian dari sekeliling
  2. Menunjukkan bahwa secara moral ia benar dan pelaku salah
  3. Melakukan pembenaran atas kemarahan yang terjadi
  4. Memaafkan sama saja menjadi pecundang
  5. Memaafkan adalah bentuk dari ketidakmampuan membela hak
  6. Memaafkan adalah member keuntungan kepada si pelaku sehingga pelaku akan berbuat lagi

Memaafkan bukanlah sebuah keharusan. Dalam kitab suci beragam agama juga tidak terdapat keharusan untuk memaafkan. Yang ada adalah anjuran tentang manfaat yang akan diperoleh jika seseorang memaafkan. Riset- riset yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa orang yang memaafkan:

Ø  Tekanan darah menjadi normal

Ø  Stressnya berkurang

Ø  Memiliki keterampilan mengelola amarah dengan lebih baik

Ø  Resiko rendah atas penyalahgunaan narkoba dan alcohol

Ø  Lebih bersahabat

Ø  Hubungan yang lebih sehat

Ø  Meningkatnya kesehatan jiwa dan raga, dll.

TAHAPAN MEMAAFKAN

o   Menurut Freud Luskin (4 tahapan dalam memaafkan)

  1. Kesadaran bahwa diri Anda dipenuhi kemarahan

Pada tahapan ini terjadi kemarahan dan dendam sejalan dengan rasa nyeri yang mendalam.

  1. Kesadaran perasaan yang Anda alami berbahaya bagi diri Anda

Anda menyadari bahwa rasa luka dan kemarahan yang Anda rasakan tidaklah baik bagi Anda dan ini berakibat buruk terhadap keseimbangan perasaan dan kesehatan fisik Anda.

  1. Memilih tindakan yang lebih bermanfaat

Setelah Anda merasakan  hasil tindakan memaaafkan, Anda bisa memilih melepaskan luka batin dengan cepat.

  1. Mengambil tindakan proaktif

Hal ini melibatkan tindakan proaktif pada saat tertentu, terutama saat kejadian penyerangan terjadi. Ini berarti Anda telah menyiapkan diri untuk memaafkan lebih awal pada saat ada pemicu tertentu

o   Menurut Dr. Robert Merkle dan Max B.Skousen (4 tahap pemaafan)

  1. Hiduplah dalam dunia nyata, bukan dunia imajinasi

Ketahuilah bahwa masalah, rasa kesal dan kemarahan hanya ada dalam imajinasi Anda

  1. Gunakanlah cara Tuhan memandang sesuatu, bukan cara pandang Anda

Anda perlu bertanya kepada diri sendiri “Haruskah saya melanjutkan memandang dengan cara saya atau melakukan dengan pilihan yang lebih baik?”

  1. Memaafkan adalah hadiah untuk Anda, bukan bagi orang lain

Sadarilah bahwa memaafkan adalah hadiah yang datang kepada Anda. Anda tidak melakukan hal baik untuk orang lain dengan memaafkan, anda justru melakukan hal baik untuk diri Anda sendiri.

  1. Sadar bahwa hadiah itu dari Tuhan

Anda hanya membiarkan rasa marah dan dendam pergi dan menerima hadiah saat ini dan di masa depan.

enurut Robert D. Enright (4 tahapan dalam memaafkan)

Kenali siapakah yang melukai Anda? Seberapa dalam Anda merasa terluka? Apa yang dikatakannya? Bagaimana Anda merespon?

Tahapan:

  1. Mengungkapkan kemarahan Anda
  2. Memutuskan memaafkan

–          Memiliki keinginan melakukan proses memaafkan

–          Memutuskan untuk memaafkan

  1. Melakukan pemaafan

–          Mencoba memahami

–          Melakukan hal yang baik

–          Menerima rasa sakit

–          Memberikan hadiah kepada pelaku

  1. Pendalaman

–          Menemukan makna dari penderitaan

–          Menemukan kebutuhan untuk memaafkan

–          Menemukan bahwa Anda tidak sendirian

–          Menemukan tujuan hidup Anda

–          Menemukan kebebasan memaafkan

o   Menurut Catherine Morgan (5 tahapan dalam memaafkan)

  1. Mengapa Anda marah kepada seseorang?
  2. Hal yang baik

Tulislah hal baik yang dilakukan orang tersebut selama setahun ini kepada Anda

  1. Seberapa saya turut menyumbang terhadap hal ini?
  2. Perenungan
  3. Memaafkan

o   7 Tahapan pemaafan Patrick Miller

  1. Perhatikan peristiwa-pikiran-perasaan-tindakan

Perhatikan dengan rinci peristiwa yang membuat Anda sedih, marah kepada pelaku.

  1. Sadari apa yang ingin Anda maafkan dan melepaskannya
  2. Bayangan hidup usai memaafkan

Bayangkanlah beberapa saat hidup Anda tanpa kesedihan dan kebencian.

  1. Berbuat baik

Buatlah kebaikan dengan seseorang yang telah melukai Anda, katakana padanya tentang pemaafan diri Anda.

  1. Meminta kepada Tuhan

Minta bantuan Tuhan agar menolong Anda untuk mengatasi ketakutan atau penolakan pada setiap proses.

  1. Tekun berupaya

Memaafkan memunculkan penyembuhan yang memiliki urutan dan waktunya. Siaplah atas hal apapun yang tak diinginkan.

  1. Ulangi seluruh proses

CARA- CARA MEMAAFKAN

Hal yang paling penting dalam memaafkan adalah melepaskan emosi negative.

  1. Pilihlah untuk selalu menjadi Pelaku Bukan Korban

Mulailah untuk mengubah cara pandang. Pada saat peristiwa terjadi, Anda adalah pelaku dan karenanya Anda memiliki pilihan bebas untuk menentukan tindakan yang akan membuat pikiran, perasaan, dan tindakan Anda nyaman.

  1. Belajarlah untuk Bersikap Asertif

Belajarlah mengungkapkan perasaan Anda kepada si pelaku. Ada 4 perilaku pada saat Anda mengalami mengalami hal ini:

Ø  Pasif

Ø  Agresif

Anda mengungkapkan kekesalan dan menyerang pelaku. Pada tindakan ini Anda mengungkapkan kemarahan.

Ø  Agresif-Pasif

Anda bisa jadi tidak berani melawan pelaku secara langsung, tetapi Anda memilih tindakan menyerang secara tidak langsung.

Ø  Asertif

Anda merasa tidak nyaman dan Anda berupaya menyampaikan dengan cara- cara yang dapat diterima pelaku dan tetap menghargai pelaku.

  1. Merasakan Emosi Negatif, Mengalirkan, dan Membuangnya
  2. Latihan dilakukan berpasangan (A dan B). A menjadi terapis, dan B sebagai klien, lalu bergantian.
  3. Terapis memandu klien untuk merasakan peristiwa yang menyenangkan dan memperbesar perasaan tersebut.
  4. Terapis memandu klien untuk merasakan peristiwa yang tidak menyenangkan namun dengan perasaan yang menyenangkan.
  5. Ego State Therapy (Empty Chair Technique)
  6. Memanfaatkan Peristiwa sehari-hari

–          Buang air besar

–          Mandi

 

Daftar Pustaka

Haerul, Asep Gani (2011), Forgiveness Therapy. Yogyakarta: Kanisius Yogyakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top