How to Stop Overthinking?

Di dalam kehidupan ini pasti banyak hal yang harus kita putuskan setiap harinya. Banyak hal yang kita pikirkan untuk keputusan keputusan tersebut. Terkadang banyak sekali pertimbangan yang kita lakukan untuk menuju suatu keputusan, dan secara tidak sadar kita melakukan apa yang disebut overthink ing atau berpikir secara berlebihan.

Ketika overthinking dilakukan, alih-alih bertindak dan melakukan sesuatu, kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir. Saat menganalisis, berkomentar, dan mengulangi pikiran yang sama berulang kali, alih-alih bertindak, kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpikir.

Kebiasaan ini mencegah kita dalam pengambilan tindakan, yang mana akan menghabiskan energi, melumpuhkan kemampuan dalam pembuatan keputusan, dan membuat kita terus berpikir, berpikir berulang-ulang.

Sering kali, ketika kita terlalu banyak berpikir, kita terlibat dalam proses pemikiran destruktif yang mengarah pada hasil yang tidak menguntungkan. Dalam situasi ini, ada lebih besar kemungkinan untuk khawatir, cemas, dan kurangnya kedamaian batin.

Bagaimana meminimalisir agar tidak overthinking? 

1. Aware ketika Terlalu Banyak Berpikir

Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengakhiri terlalu overthinking. Mulailah memperhatikan cara berpikir. Ketika melihat diri mengulangi peristiwa dalam pikiran berulang kali, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan, akui bahwa pikiran sedang tidak produktif

2. Ubah Pandangan tentang Rasa Takut

Apakah kita takut karena pernah gagal di masa lalu, atau takut mencoba atau membuat terlalu banyak kegagalan lain, ingatlah bahwa hanya karena segala sesuatunya tidak berjalan baik sebelumnya, tidak berarti itu harus menjadi hasil kedepannya. Ingat, setiap peluang adalah awal yang baru, tempat untuk memulai lagi.

3. Sadarilah bahwa Kita Tidak Dapat Memprediksi Masa Depan

Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Jika kita menghabiskan waktu saat ini untuk mengkhawatirkan masa depan, kita merampas waktu yang kita punya sekarang. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan masa depan menjadikan kita tidak produktif. Habiskan waktu yang ada saat ini untuk hal hal yang membawa kita kepada produktivitas sehingga bisa memaksimalkan waktu yang ada saat ini

4. Jangan Berpikir Apa yang Salah, tetapi Apa yang Bisa Benar

Dalam banyak kasus, overthinking disebabkan oleh satu emosi: ketakutan. Ketika kita fokus pada semua hal negatif yang mungkin terjadi, mudah menjadi lumpuh. Ketika merasakan mulai berputar ke arah ketakutan tersebut, berhentilah. Visualisasikan semua hal yang bisa berjalan dengan benar dan pertahankan pikiran-pikiran itu tetap ada di depan.

5.Berhentilah Menunggu Kesempurnaan.

Bagi kita semua yang sedang menunggu kesempurnaan, kita bisa berhenti menunggu sekarang. Menjadi ambisius itu hebat tetapi mengincar kesempurnaan itu tidak realistis, tidak praktis, dan melemahkan. Saat kita mulai berpikir “Ini harus sempurna” adalah saatnya perlu mengingatkan diri sendiri, “Menunggu yang sempurna tidak pernah sepandai membuat kemajuan.”

6. Terimalah yang Terbaik dari Diri

Ketakutan pada overthinking seringkali didasarkan pada perasaan bahwa kita tidak cukup baik – tidak cukup pintar atau tidak cukup bekerja keras atau tidak cukup berdedikasi. Setelah kita berusaha sebaik mungkin, terimalah itu dan ketahuilah, bahwa kesuksesan sebagian tergantung pada beberapa hal yang tidak dapat kita kendalikan, kita telah melakukan apa yang dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin, let God do the rest.

Overthinking adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja. Tetapi jika kita memiliki sistem yang hebat untuk menghadapinya, setidaknya kita dapat menangkal beberapa pemikiran negatif, gelisah, stres dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, produktif, dan efektif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top