“Joy Of Missing Out” Buat Hidup Lebih Seimbang di Zaman Digital

 

 

 

 

 

 

 

 

“Joy Of Missing Out” Buat Hidup Lebih Seimbang di Zaman Digital

Pada era digital yang serba canggih ini banyak sekali orang yang merasakan kecemasan apabila ketinggalan informasi, keseruan, dan hal-hal baru. Atau takut dianggap kudet dan tidak eksis. Hal ini terjadi di berbagai kalangan terutama anak muda yang sangat akrab dengan teknologi salah satunya smartphone beserta media di dalamnya. Mereka berlomba untuk terlihat eksis dengan selalu menjadi orang yang update dengan berbagai informasi, style baju, tempat nongkrong dan berbagai hal update lainnya. 

Ketika mereka sudah berhasil menjadi eksis mereka tidak akan puas dan berhenti begitu saja, mereka akan terus mencari info dan berlomba menjadi yang ter update. Tapi hal ini bisa membawa dampak yang cukup merugikan. Orang-orang akan tidak akan berhenti dan selalu sibuk dengan kehidupannya di dunia maya serta melakukan berbagai macam hal agar menjadi eksis serta mencemaskan diri mereka jika kurang update. Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi cemas bila kurang update?. Nah mulai sekarang belajarlah untuk sedikit menjadi Si JOMO atau Joy Of Missing Out.

Joy Of Missing Out? Apa itu? JOMO atau Joy Of Missing Out adalah cara hidup yang lebih santai dan tak masalah bila terlambat mengetahui sebuah berita. JOMO adalah alternatif bagi mereka yang sudah lelah dengan kehidupan di era digital yang serba menuntut untuk update. 

Menjadi JOMO bukan berarti kita sama sekali tidak menggunakan media sosial atau smartphone sama sekali. Kita tetap bisa menggunakannya hanya saja dengan cara yang lebih seimbang. Karena tidak bisa di pungkiri di era ini kita sangat akrab dengan smartphone. JOMO akan membuat kita bisa menyeimbangkan keperluan kita dalam memakai smartphone.

Pada intinya JOMO adalah menjadi puas dengan kehidupan kita sendiri. Kita menikmati segala momen yang terjadi di kehidupan nyata kita bukan hanya terpaku pada kehidupa  di dunia internet saja/ dunia smartphone saja.

JOMO memungkinkan seseorang menjalani hidup di jalur lambat, lebih menghargai koneksi manusia, berlatih mengatakan tidak, memberikan ruang rehat untuk diri sendiri dari teknologi, serta memberi izin untuk mengakui posisi kita dan merasakan segala emosi yang kita rasakan.

Dalam rutinitas harian, kita bisa membuat jadwal hal-hal yang akan dikerjakan hari itu. Memprioritaskan hal-hal penting yang lebih menguntungkan daripada membuang-buang waktu mengkhawatirkan apa yang dilakukan atau dipikirkan orang lain.

Setelah menjalani hari-hari sibuk, silahkan menjakan diri anda dengan hal-hal yang membuat anda bahagia seperti mendengarkan musik, membaca buku, bercengkrama dengan keluarga dan berbagai macam hal yang tidak berkaitan dengan teknologi.Kemudian, batasi penggunaan smartphone dan media sosial. Buatlah aturan seberapa lama waktu yang boleh dihabiskan waktu mengecek Instagram dan sosmed lainnya.

Daripada menghabiskan waktu luang dengan drama di media sosial, lebih baik melakukan hal-hal yang yang sukai seperti memasak, menghabiskan waktu di luar rumah, atau berkumpul dengan orang-orang terdekat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top