Kebiasaan belajar yang Efektif dan Efisien

Oleh: Berliana Henu Cahyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Belajar adalah proses aktif, artinya orang yang belajar itu ikut serta dalam proses itu dengan aktif, yaitu mempelajari apa yang dilakukannya, apa yang dirasakannya (Hutabarat, 1995). Orang yang belajar akan memberikan reaksi atau tanggapan terhadap apa yang terjadi sewaktu berlangsung proses belajar. Aktivitas-aktivitas yang terjadi sewaktu berlangsung proses belajar (Djamarlah, 2002), yaitu : mendengarkan, memandang, membaca, membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggaris bawahi, mengamati tabel-tabel atau diagram-diagram atau bagan-bagan, menyusun paper atau kertas kerja, mengingat, berpikir, latihan atau praktek.

Belajar merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua orang dan dapat dilatih sehingga menjadi suatu kebiasaan yang merupakan suatu cara bertindak yang telah dikuasai yang bersifat tahan uji (persistent), seragam dan banyak sedikitnya otomatis dan biasanya terjadi tanpa disertai kesadaran dan pihak yang memiliki kebiasaan itu (Whiterington, Cronbach, Bapemsi, 1982). Kegiatan belajar perlu sekali dilakukan dengan cara-cara yang baik, dipahami, dikuasai dan dilaksanakan individu agar dapat terbiasa secara serta merta, yaitu dapat melakukan secara terampil (The Liang Gie, 2003).

Menurut Crow dan Crow (1984) terdapat beberapa cara  agar dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif, yaitu (1) mempunyai maksud yang tertentu untuk belajar, (2) mempunyai tempat tertentu untuk belajar, (3) mengusahakan kondisi-kondisi fisik yang dapat membantu dalam konsentrasii kegiatan-kegiatan mental, (4) mempunyai rencana yang diikuti oleh daftar waktu yang tertentu untuk belajar, (5) menyelang-nyelingi dengan waktu istirahat, (6) melihat kalimat-kalimat pokok pada tiap-tiap paragrap, (7) selama belajar mempergunakan metode ulangan perlahan-lahan, (8) mempergunakan metode “keseluruhan” dalam belajar sepanjang hal itu memungkinkan, (9) mengusahakan membaca cepat dan hati-hati, (10) membuat catatan-catatan singkat yang baik dan tersusun, (11) mencoba menilai bahan-bahan yang sukar untuk dipelajari, (12) mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang penting dan berusaha untuk mendapatkan jawaban-jawabannya, (13) belajar dengan mengulang kemabali sungguh-sungguh, (14) mempelajari baik-baik tabel-tabel, grafik-grafik dan semua bahan-bahan ilustrasi yang lain, (15) memperkembangkan kebiasaan pembuatan ikhtisar dan penyimpulan, (16) mempunyai keyakinan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas belajar, (17) dapat memebri refleksi pada pernyataan-pernyataan pengarangnya dan dapat memberi sanggahan bila ada hal yang meragukan, (18) menyelidiki pokok-pokok pikiran berbagai ahli, (19) mengusahakan keadaan dimana sesuatu yang telah dipelajari dalam satu ketika dapat dipergunakan untuk pelajaran-pelajaran yang lain, (20) belajar mempergunakan kamus sendiri, (21) menganalisa kebiasaan-kebiasaan dan berusaha membetulkan tiap-tiap kelemahan.

Kebiasaan belajar yang efektif dapat diusahakan dengan berpedoman pada cara-cara belajar yang efisien.  Asas-asas yang terkandung dalam belajar efisien mengandung tiga prinsip (The Liang Gie, 1979) : (1) keteraturan untuk bekerja secara teratur dalam mengikuti kuliah, membaca buku-buku, menyusun catatan, menyimpan alat perelngkapan belajar, (2) disiplin untuk menaati rencana kerja tertentu, sifat bermalas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, keseganan bersusah payah dan gangguan lainnya selalu menghinggapi dan dapat diatasi dengan mendisiplin dirinya sendiri; (3)konsentrasi, yaitu pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan belajar, kemampuan konsentrasi berbeda, ada yang mempunyai konsentrasi yang besar dan ada pula yang sukar memusatkan pikirannya, konsentrasi dapat ditingkatkan dengan mengembangkan minat dan melatih diri, sehingga dapat menjadi kebiasaan yang mudah dilakukan sewaktu-waktu.                           

The Liang Gie (1979) mengemukakan prinsip-prinsip belajar efisien yang dapat menjadi kebiasaan belajar yang baik, yaitu :

a. Keteraturan belajar

Pengertian keteraturan adalah bekerja secara teratur untuk memperoleh hasil yang baik dan segala sesuatunya tersusun, seperti teratur mengikuti kuliah, teratur membaca buku, teratur menyusun catatan-catatan dan mengatur alat-alat perlengkapan belajar dan teratur dalam belajar serta tidak emnunda-nunda.

b. Disiplin belajar

Pengertian disiplin adalah menaati rencana kerja tertentu, tidak bermalas-malasan dan tidak menangguhkan usaha belajar. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk bekerja secara teratur.

c. Konsentrasi belajar

Konsentrasi dalam belajar berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan mengesampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajaran tersebut. Konsentrasi dapat mengalami gangguan (Tabrany, 1997) yang dapat berasal dari dalam (internal) maupun gangguan yang bersumber dari luar (eksternal). Gangguan dari dalam merupakan gangguan yang datang dari diri sendiri berupa tekad yang kurang kuat untuk belajar, sifat emosi, reaksi terhadap lingkungan, masalah pribadi dan sebagainya. Gangguan dari luar adalah yang bersumber dari luar diri berupa teman-teman dan orang sekitar, alat-alat belajar, kondisi ruangan belajar, cara menyusun jadwal, urutan belajar.

REFERENSI

  • Crow dan Crow .1984. Psikologi Pendidikan. Alih Bahasa :Kasijan,Z. Surabaya: P.T. Bina Ilmu.
  • Djamarlah, 2002.  Psikologi Belajar. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta
  • Hutabarat,1995. Cara Belajar. Jakarta : P.T. BPK Gunung Mulia.
  • The Liang Gie, 1979. Cara Belajar Yang Efisien. Cetakan Kesembilan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
  • Whiterington, Cronbach, Bapemsi, 1982.Teknik-Teknik Belajar dan Mengajar. Bandung : Penerbit Jemmars

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top