Keluarga, Tempat Paling Nyaman

Penulis: Shinta Putri Megawati,S.Psi.
Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa, jln. Parangtritis Km 09, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta 55186

KELUARGA merupakan unit terkecil di dalam masyarakat yang minimal terdiri dari suami-istri dan anaknya. Terbentuknya sebuah keluarga, tentu diawali oleh ikatan pernikahan yang sah secara hukum negara maupun agama. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, hendaknya membakali diri dengan ilmu pernikahan, sehingga mampu melaksanakan perannya di dalam keluarga.

Menjadi orangtua bisa diibaratkan seperti seorang karyawan yang memasuki dunia kerja yang baru. Ia harus mengetahui jobdesc (deskripsi pekerjaan) dan juga mengetahui cara melaksanakannya. Begitu pula dengan orangtua, harus membekali diri dengan ilmu tentang peran dan fungsi orangtua dalam mendidik anak.

Keluarga seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman bagi para anggotanya. Namun akhir-akhir ini banyak permasalahan bermula dari keluarga. Seperti maraknya kenakalan remaja yang disebabkan anak kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Bahkan ribuan masalah yang kita temui sehari-hari seperti Bullying, degradasi moral hingga bunuh diri bermuara pada kerentanan keluarga. Selain itu, kurang dewasanya orangtua dalam menghadapi perbedaan, juga turut menambah permasalahan di dalam keluarga yang mengakibatkan semakin banyaknya angka perceraian. Oleh karena itu, sangat diperlukan kemampuan untuk saling menghormati, memahami dan menerima antar-anggota keluarga.

Keluarga dapat diibaratkan sebagai sebidang tanah. Bila tanah itu subur, maka akan tumbuh pohon-pohon yang subur dengan buah yang lebat. Sama halnya ketika suasana di dalam keluarga kondusif, dan memungkinkan untuk tumbuh dan berkembangnya potensi anak, maka dapat dipastikan bahwa anak itu akan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi negara. Sebab masyarakat yang baik, dihuni oleh keluarga-keluarga yang baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pemuda untuk menyiapkan diri dengan ilmu, agar menjadi orangtua yang bijaksana dalam mendidik anak. Keluargalah tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai positif, sehingga anak mulai memiliki karakter yang tangguh, dan mampu melawan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar. Bahkan ketika karakter sudah terbentuk, anak dapat memberikan pengaruh yang baik kepada orang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top