KENALI SOCIAL CLIMBER

Social climbing adalah fenomena sosial yang mulai dikenal dalam dua tahun terakhir dan mulai muncul seiring perkembangan media sosial yang begitu besar dan cepat. Social climbing diartikan sebagai upaya untuk memasuki kelas sosial yang lebih tinggi demi pengakuan status sosial. Orang yang melakukannya disebut social climber. Para social climber ingin berada di tingkat sosial yang lebih tinggi dan mendapatkan pengakuan menjadikan kehidupan sosialnya berhasil.

men with high testosterone are more likely to cheat, study suggests – study finds anavar pills 10 best microcurrent face lift machines – [reviews & rankings]

Social climber akan melakukan berbagai cara demi bisa terlihat hebat di mata orang lain. Biasanya, kenyataannya tidak berbanding lurus dengan kemampuan ekonominya. Segala upaya tersebut dilakukan untuk mencari pujian atas barang-barang bermerek yang dipamerkan di media sosial.

apakah anda seorang yang social climber?

Merasa terdorong untuk berbelanja barang-barang bermerek untuk kepentingan media sosial? Hati-hati, bisa jadi Anda tengah terjerumus menjadi social climber. Cek apakah terdapat tanda-tanda anda seorang social climber, berikut ciri-ciri social climber:

  1. Suka memamerkan barang bermerek

Demi mencapai kepuasan diri, social climber suka memamerkan barang-barang bermerek. Tak peduli harus sampai berhutang atau barang itu palsu, yang penting orang lain melihat dia memiliki barang yang tengah menjadi tren.

  1. Ingin jadi terkenal atau dianggap penting di mata orang

Dalam hal ini, social climber ingin agar pendapat mereka selalu dianggap penting. Pasalnya, belum tentu di kehidupan sosial aslinya mereka menjadi orang seperti itu.

  1. Ingin memiliki teman

Biasanya di kehidupan sehari-hari mereka tidak memiliki teman atau kesepian. Jadi, mereka coba memanfaatkan media sosial sebagai ajang mencari teman, terutama yang lebih kaya. Aktivitas pamer yang dilakukan juga untuk mencari perhatian agar ada yang mau berteman dengannya.

  1. Suka memanipulasi kehidupan pribadi

Agar tetap terlihat hebat, tak jarang social climber mengubah profil dirinya di sosial media. Ketika tidak mampu mencapai tujuan secara langsung, sebagai orang dewasa yang matang lakukan, sehingga merasa bahwa tidak punya pilihan selain untuk memanipulasi sehingga akan mencapai tujuan untuk dirinya sendiri.

Seorang yang mengalami social climber akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Dirinya tidak akan merasa nyaman, tidak percaya diri, dan khawatir tidak diterima di lingkungannya. Berakibat pada kehidupannya yang akan terus menerus merasa kurang. Baiknya bergaulah sesuai dengan potensi dan kemampuan, jangan terlalu menyiksa diri hanya karena status sosial yang membuat hidup kurang bahagia tapi. Jangan memanfaatkan orang sekitar  hanya untuk status sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top