Kesehatan Mental Perlu Disosialisasikan

Oleh: Shinta Putri Megawati,S.Psi

Dari: Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa

Kesehatan mental bagi sebagian masyarakat Indonesia masih kurang dipertimbangkan. Padahal kesehatan mental aspek yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, bahkan dua hal ini saling berinteraksi. Terdapat hubungan timbal balik di mana seseorang menderita gangguan fisik disebabkan oleh gangguan mental dan sebaliknya. Beberapa penyakit fisik yang muncul akibat dari kondisi psikis seseorang yang rentan. Salah satu contoh yaitu penyakit kanker dapat disebabkan karena individu mengalami stress berat dan berkepanjangan. Sehingga penting bagi kita untuk lebih menyadari betapa pentingnya kesehatan mental bagi keberlangsungan hidup yang lebih sejahtera.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober, maka perlu sekali adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang betapa berharganya kesehatan mental. Sebab pengetahuan dan pemahaman masyarakat saat ini mengenai kesehatan mental masih sangat sedikit. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah memulai dari diri sendiri untuk lebih menyadari bahwa kesehatan mental begitu bermakna.

Saat seseorang memiliki kondisi mental yang baik, maka ia merasa tentram dan tenang, sehingga memungkinkan baginya untuk dapat menikmati kehidupan sehari-hari yang penuh dengan hikmah. Seseorang yang bermental sehat, mampu mengoptimalkan potensi yang ia miliki untuk menghadapi tantangan dalam hidup. Ia juga mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain, sehingga hidup menjadi lebih ‘hidup’ karena adanya interaksi sosial.

Namun, jika kesehatan mental seseorang mengalami gangguan, ia akan merasakan suasana hati yang kurang baik, kemampuan berpikir yang terhambat dan emosi negatif yang kurang terkontrol. Sehingga tidak mengherankan apabila penyakit mental dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya: kurang harmonisnya hubungan interpersonal, merasa frustasi, sulit untuk belajar, dan terganggunya produktifitas saat bekerja.

Melihat dampak negatif dari mental yang terganggu, maka perlu bagi kita untuk mampu menyehatkan kembali kondisi mental. Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh stressor ( penyebab terjadinya stress). Orang yang memiliki mental yang sehat berarti ia mampu menangani tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Dengan demikian, kesehatan mental perlu diupayakan sungguh-sungguh agar tidak hanya sebagai wacana atau hanya dimiliki oleh para psikolog. Kesehatan mental adalah hak setiap insan, karena setiap orang berhak untuk hidup lebih damai. Orang yang sehat secara mental mampu mempersepsikan ‘dunia’ dan dirinya dengan baik. Sehingga ia mampu mensyukuri setiap karunia yang ia peroleh, dan dapat mengambil hikmah dari setiap perjalanan kehidupan.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top