Kesepian : Masalah Pada Lansia

Usia tua adalah fase terakhir dari kehidupan manusia. Usia ini biasanya ditandai dengan munculnya berbagai keluhan seperti cepat lelah dan sakit-sakitan. Semuanya itu merupakan contoh perubahan fisik, psikis dan sosial yang umumnya dialami oleh lansia. Dengan melihat kondisi tersebut, tidak jarang membuat para lansia memunculkan perasaan tidak berguna yang kemudian mengalami demotivasi dan menarik diri dari lingkungan. Sehingga kebutuhan untuk diperhatikan menjadi berlebih, dan hal tersebut kemudian memunculkan kesepian pada lansia (Adrian dalam Putra, Nashori, & Sulistyarini, 2012)

Menurut Bruno, kesepian ialah kondisi mental emosional yang ditandai dengan munculnya perasaan terasing dan kurangnya hubungan yang bermakna dengan orang lain. Pada saat mengalami kesepian, individu akan merasa desperation (pasrah), impatient boredom (bosan), self-deprecation (mengutuk diri sendiri) dan dapat menyebabkan depresi (Marini & Hayati, 2009). Masalah kesepian adalah masalah psikologis yang paling banyak dialami lansia. Beberapa penyebab kesepian adalah (1) longgarnya kegiatan dalam mengasuh anak-anak karena anak-anak sudah dewasa dan bersekolah tinggi sehingga tidak memerlukan penanganan yang terlampau rumit, (2) berkurangnya teman/relasi akibat kurangnya aktivitas di luar rumah, (3) berkurangnya aktivitas sehingga waktu luang bertambah banyak, (4) meninggalnya pasangan hidup, (5) anak-anak yang meninggalkan rumah karena menempuh pendidikan yang lebih tinggi atau untuk bekerja, dan (6) anak-anak telah dewasa dan membentuk keluarga sendiri. Beberapa masalah tersebut akan menimbulkan rasa kesepian lebih cepat bagi orang lansia (Ikhsan dalam Marini & Hayati, 2009). Sehingga, masalah ini menjadi serius dan perlu solusi yang tepat agar masalah pada lansia ini dapat segera diatasi.

Menurut Woodward dan Kalyan-Masih (dalam Rahmawati & Puspitawati, 2010), ada beberapa cara yang dapat dilakukan lansia untuk mengurangi tingkat kesepian antara lain :

  1. Mendekatkan diri pada Tuhan, cara ini bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan beribadah, berdoa, berdzikir, mengaji dan kegiatan lain yang berhubungan dengan Tuhan sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Dengan mendekatkan diri pada Tuhan akan membuat suasana hati lebih tenang, lega dan lebih berpasrah kepada Tuhan sehingga rasa kesepian berkurang.
  2. Mengisi waktu luang, cara ini bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan yang disukai seperti berkebun, jalan-jalan di sekitar kompleks, merawat hewan peliharaan, membaca buku dan kegiatan menyenangkan lainnya. Dengan terpenuhinya waktu luang tersebut akan membuat lansia bahagia sehingga kesepiannya terlupakan.
  3. Memperbanyak bersosialisasi, cara ini bisa dilakukan dengan memperbanyak melakukan kegiatan bersama orang lain seperti berkunjung ke tetangga, mengobrol dengan orang sekitar, ikut serta dalam kegiatan komplek, menelepon teman ataupun saudara yang tinggal ditempat yang jauh dan lain sebagainya. Dengan memperbanyak sosialisasi akan membuat seorang lansia merasa diperhatikan dan disayangi oleh orang di sekitar sehingga akan mengurangi tingkat kesepian.

Referensi

Marini, L., & Hayati, S. (2009). Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesepian Pada Lansia Di Perkumpulan Lansia Habibi dan Habibah. 1-10. Retrieved Juli 22, 2021, from https://fpsi.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/Jurnal-Liza-Sari-2.pdf

Putra, A., Nashori, H., & Sulistyarini, I. (2012). Terapi Kelompok Untuk Mengurangi Kesepian Dan Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi. Jurnal Intervensi Psikologi, 4(1), 1-15.

Rahmawati, R., & Puspitawati, I. (2010). Pengatasan Kesepian Pada Warakawuri Di Usia Lanjut. Jurnal Psikologi, 3(2), 160-171.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top