Kiat-Kiat menjadi Bagian HRD di Organisasi Industri

Dalam mengatasi persaingan yang ketat dalam dunia industri organisasi seiring perkembangan zaman, dibutuhkan teknologi dan SDM yang tepat. Dunia industri organisasi membutuhkan para lulusan psikologi untuk mengatasi hal-hal yang terkait dengan manusia sebagai pekerja dari proses rekruitmen hingga evaluasi kinerja. Maka dari itu terciptalah HRD yang fokus pada sumber daya manusia sebagai elemen inti penggerak organisasi. Bagian ini bertugas dalam rangka memastikan bahwa sumber daya manusia yang berada dalam perusahan merupakan orang-orang yang tepat untuk melakukan tugas-tugas dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Di samping itu, HRD bertugas dalam rangka memastikan hak-hak karyawan terpenuhi, penilaian kinerja karyawan, hubungan industrial, dan lain-lain. Selain itu, perusahan dan dunia industri tentunya mempunyai harapan dan kebutuhan terhadap para lulusan perguruan tinggi yang akan mengisi jabatan HRD. Perusahaan jelas mempunyai syarat kemampuan yang harus dimiliki calon karyawannya sebagai penunjang dalam melakukan tugas-tugas organisasi. Dalam dunia kerja kemampuan disebut dengan skill.

Skill sendiri terbagi menjadi dua, yaitu hard skills dan soft skills. Hard skills yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Manara (2014) ini masih dalam lingkup bahasan psikologi industri dan organisasi, yaitu rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan karyawan, alat tes psikologi, wawancara kerja, dan konseling dapat dikategorikan hard skills yang terkait dengan elemen pekerja. Sedangkan yang termasuk pada elemen pekerjaan antara lain penilaian kinerja dan analisa jabatan. Elemen yang ketiga, konteks kerja, antara lain struktur dan pengembangan organisasi, hubungan industrial, dan peraturan ketenagakerjaan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa hard skills yang ditemukan pada penelitian ini masih masuk dalam ruang lingkup psikologi industri organisasi, sehingga skills tersebut merupakan kemampuan dasar bagi lulusan psikologi yang akan bersaing di dunia industri.

Menjadi karyawan pada posisi HRD tentu saja selain membutuhkan hard skills, juga membutuhkan yang namanya soft skills. Pada penelitian ini ditemukan terdapat 19 kategori soft skills. Kesembilan belas soft skills ini mempunyai tingkat berdasarkan frekuensi kemunculannya yang dapat diartikan bahwa yang memiliki frekuensi teratas merupakan soft skills yang paling dibutuhkan. Kesebelas soft skills tersebut adalah kemampuan interpersonal, komunikasi, kemampuan bekerja secara tim maupun secara individu, kemampuan bekerja di bawah tekanan, kepribadian yang baik, jujur, motivasi kerja, disiplin, kepemimpinan, ulet atau pekerja keras, dan terakhir teliti serta detil. Sementara delapan soft skills lainnya yaitu integritas & loyalitas, proaktif & berinisiatif, bertanggung jawab, kemampuan menganalisa, kreatif, tegas, cepat belajar, dan terakhir, berorientasi hasil.

Penting bagi para lulusan psikologi yang memiliki minat industri dan organisasi untuk mempersiapkan hard skills dan soft skills yang telah disebutkan. Dan di bangku kuliah sebagai bekal untuk hard skills, maka untuk meningkatkan soft skills dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang mampu mengasah kemampuan baik hard skill maupun soft skill ataupun masuk dalam organisasi maupun komunitas di sekitar kita. Dan jangan lupa untuk memperluas wawasan yang berkaitan dengan HRD.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top