Makna Sebuah Warna Dalam Perspektif Psikologi

Warna dapat didefinisikan secara objektif atau fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau dapat juga diartikan secara subjektif atau psikologis sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. Makna dari warna itu sendiri adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya. Warna merupakan pantulan cahaya dari sesuatu yang disebut pigmen atau biasa dikenal dengan warna bahan. Warna memberikan rangsangan bagi manusia agar lebih tertarik pada suatu hal. Hal tersebut yang membuat pikiran manusia terpengaruhi, baik berpengaruh terhadap, emosi maupun cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara lebih bermakna. Setiap warna memancarkan energi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula. Seorang ahli psikologi dari Swiss Carl Gustav Jung, menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapinya. Beliau meyakini setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk mempengaruhi, bahkan menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang. “Warna dapat menciptakan keselarasan dalam hidup. Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”

“Sudah tahukah anda macm-macam pengaruh warna bagi kehidupan psikologis manusia?”

Pengaruh Warna bagi Psikologis Manusia, emosi serta cara bertindak manusia.

Antara lain sebagai berikut:

  1. Pengaruh Warna bagi Psikologis Manusia dapat  menciptakan daya tarik manusia untuk semakin bergairah terhadap suatu hal. Contohnya warna merah yang dapat memberikan inspirasi power, energy, kehangatan, cinta, nafsu, dan agresi. Warna merah biasanya dapat memicu tingkat emosional seseorang sekaligus warna yang paling sering menarik perhatian.
    Warna merah memiliki efek untuk menstimulasi sebuah perhatian atau ketercapaian, serta merangsang kelenjar adrenal, hingga meningkatkan detak jantung. Sehingga merah biasa digunakan untuk menarik perhatian.
  2. Permainan warna dapat mempengaruhi emosi seseorang. Warna yang tepat dapat membangkitkan energi untuk membuat seseorang menjadi lebih aktif dalam setiap kegiatannya.
  3. Penggunaan warna yang tepat dapat memberikan ketenangan, konsentrasi, kesan gembira. Misalnya pada warna biru yang lebih muda akan memberikan efek kepercayaan yang lebih dominan. Sedangkan warna biru gelap lebih cenderung meningkatkan kesan cerdas
  4. Warna sebagai salah satu alat bantu komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan yang mudah diserap maknanya. Komunikasi non verbal bisa memberikan makna atau isyarat-isyarat tertentu. Contoh yang paling mudah adalah, ketika kita melihat coretan dengan tinta warna merah pada tulisan kita, maka itu bisa diartikan sebagai sebuah tanda agresif. Kita juga mungkin sering mendengar bahwa kita harus menghindari menulis dengan warna merah karena warna tersebut bisa memberikan kesan yang sangat agresif.

Warna tidak hanya mempercantik sesuatu yang berkaitan dengannya, tetapi juga mempengaruhi terhadap kondisi psikologis orang disekitarnya. Oleh karena itu, penentuan penggunaan warna yang tepat erat berkaitan dengan sebuah desain yang baik.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top