Manfaat Memaafkan Untuk Luka Batin

Manfaat Memaafkan Untuk Luka Batin

JL. Parangtritis km 9, Bantul, DIY. Depan Bank BPD DIY 

(0274)2811844/085328859600

Setiap orang dapat mengalami luka batin baik di sadari maupun tidak, bahkan luka batin yang sangat parah dapat dialami seseorang sejak ia masih berada dalam kandungan.  Namun biasanya korban tindak kekerasan pada usia anak kelak akan sering merasa sulit untuk menerima kenyataan bahwa orang tua mereka telah benar-benar melakukan sesuatu yang salah. Namun kenyataan bahwa orang-orang terdekat kerap menjadi pelaku tindak kekerasan yang mengakibatkan seseorang mengalami luka batin adalah fakta yang sulit disangkal.

Pengalaman masa kecil yang pahit dan sangat menyakitkan begitu membekas dan telah menimbulkan akibat serius yang harus ditanggung pada masa mendatang, setelah dewasa. Ada akibat jangka panjang dari pengalaman kekerasan di masa kanak-kanak setiap kali korban teringat atau mengingat peristiwa kekerasan yang dialami sebelumnya, ia kembali merasa terluka.

Luka batin dapat di alami seseorang karena alam bawah sadar bukan hanya merekam peristiwa positif tetapi juga merekam peristiwa dan pengalaman negatif. Pengalaman-pengalaman tersebut akan terpanggil kembali saat korban mengalami suasana atau kejadian seperti pertiwa negatif tersebut.

Ada banyak cara atau metode yang ditawarkan dan dapat digunakan sebagai kiat-kiat untuk penyembuhan luka-luka batin seseorang seperti lokakarya-lokakarya berkelanjutan, pendampingan pribadi atau kelompok, pembuatan jurnal-jurnal pribadi, program retret atau pesantren kilat dan sebagainya. Namun pada artikel ini hanya akan membahas mengenai pemaafan sebagai metode untuk menyembuhkan luka batin, terutama bagi korban. Efek dari luka batin selain mempersulit dan mempengaruhi dalam kehidupan bersama orang lain, juga yang paling dapat dirasakan adalah hilangnya kedamaian dalam hati. Melalui penyembuhan luka batin maka kedamaian yang hilang itu akan dapat diperoleh kembali. Penyembuhan luka batin salah satunya dapat dilakukan dengan pemaafan. Dari sisi pelaku kejahatan berarti memaafkan (berdamai dengan) diri sendiri dan minta maaf kepada korban (serta pihak-pihak terkait). Dari sisi korban berarti memaafkan orang yang telah berbuat jahat dengan melukai batinnya.

Luka batin yang terus dibiarkan akan menjadi borok yang semakin menganga dan membuat orang yang mengalaminya merasakan sakit yang luar biasa. Kunci untuk menyembuhkan luka batin itu salah satunya adalah dengan memaafkan orang yang telah berbuat jahat. Tindakan memaafkan pada dasarnya akan lebih mudah dilakukan seseorang yang memiliki spiritualitas. Dengan perkataan lain, tindakan memaafkan merupakan cerminan spiritualitas seseorang atau spiritualitas seseorang, salah satunya, tercermin dari kesediaan dan kemampuannya memaafkan orang lain yang telah berbuat jahat dan melukai batinnya. Memaafkan memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan.

Diperlukan kesediaan membuka diri untuk mengakui dengan jujur bahwa kita sedang mengalami luka batin, kesediaan untuk membuang emosi negatif dan menelaah kembali luka batin itu serta faktor-faktor yang menyebabkan dan atau mempengaruhinya, juga kemampuan untuk berempati dengan si pelaku kejahatan yang telah menorehkan luka batin itu, di samping itu juga sangat penting kemauan untuk sembuh. Meskipun tidak mudah tidak berarti pula bahwa penyembuhan luka batin dengan pemaafan adalah hal yang mustahil dilakukan. Sulit ya, tetapi mustahil tidak. Yang terpenting adalah kesadaran diri mengalami luka batin, kemauan dan upaya untuk sembuh.. Hidup terasa menjadi ringan dan tiada beban. Semua tugas-tugas dapat dilakukan dengan ringan dan cepat selesai. Memaafkan itu merupakan jalan penyembuhan. Sebab hanya dengan cara memaafkan  kita akan merasa mendapat kebebasan dari belenggu luka-luka batin yang menimbulkan kepedihan dan kesakitan itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top