Manfaat Shalat Malam untuk Kesehatan Mental

Manfaat Shalat Malam untuk Kesehatan Mental

Diantara langkah-langkah terapi religius untuk mencegah munculnya penyakit yang timbul pada diri manusia baik dari jasmani maupun rohani berdasarkan konsep Islam adalah dengan mengintensifkan dan meningkatkan kualitas ibadah (shalat), do’a dan permohonan ampun kepada Allah akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman
jiwa bagi orang yang bisa melakukannya. Semakin dekat seseorang kepada Allah dan semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran-kesukaran hidup. Demikian pula sebaliknya, semakin jauh seseorang dari agama, maka akan semakin susah pula baginya mencari ketentraman bathin.

Shalat adalah tiang agama dan barang siapa yang mendirikan shalat, ia telah menegakan agama dan barang siapa
meninggalkan shalat, ia akan meruntuhkan agama. Tujuan shalat adalah pengakuan hati bahwa Allah SWT sebagai pencipta yang Maha Agung karena itu harus patuh terhadapNya.  Shalat juga dipandang sebagai (munajat) berdoa dalam hati yang khusyu kepada Allah. “Orang yang shalat dengan penuh kesungguhan, khusyu’, tepat, ikhlas dan kontinyu, insya Allah akan tumbuh rasa percaya diri yang penuh dalam dirinya”. Shalat adalah proses mencurahkan berbagai emosi yang membebani jiwa, terutama ditengah-tengah sujud. 

Dalam suatu hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah ra, mengatakan: Rasulullah SAW bersabda, salah satu shalat
sunnah yang utama selain shalat fardhu ialah shalat malam (Tahajud), karena shalat malam merupakaan salah satu doa mustajab yang dipanjatkan seorang hamba kepada sang khalik yaitu mereka yang bisa bangun malam dan berdoa dimalam hari lalu melaksanakan ibadah shalat, karena malam hari adalah saat yang paling tepat untuk
seseorang berdoa dan bermunajat melaksanakan shalat dimalam hari dengan shalat yang sangat dianjurkan yaitu shalat  tahajud.  Shalat tahajud dilakukan dikeheningan malam yang sunyi dan mengandung sejumlah hikmah
yang tak terhingga. 

Shalat tahajud mengandung dimensi dzikrullah dan memiliki dampak psikologis pada jiwa seseorang. Dengan mengingat Allah, maka jiwa seseorang akan tenang. Ketenangan dan ketentraman yang diperoleh oleh seseorang yang melaksanakan shalat tahajud, memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi. Karena hal ini disebabkan dalam
shalat tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Shalat tahajud sebagaimana disebutkan, dilakukan pada waktu tengah malam, di mana pada saat kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai macam aktifitas hidup berhenti dan beristirahat. Keadaan tersebut menyebabkan suasana menjadi hening, sunyi dan tenang.
Kondisi ini akan sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan bertaqarrub ilaAllah. Bagi seorang hamba yang
melakukan ibadah shalat tahajud dalam rangka ber-taqarrub ilaAllah dengan hati yang ikhlas, maka hal ini akan merupakan kenikmatan pada dirinya. Di samping kondisi eksternal, maka terdapat kondisi internal yang ada dalam diri seseorang, yaitu suatu kondisi yang dirasakan oleh psikis manusia sebagai sebuah ketenangan. Melaksanakan shalat tahajud dengan hati ikhlas dan mengharap ridla Allah bagi orang-orang yang beriman akan menciptakan ketenangan dan ketentraman di hati. Sehingga dengan begitu, shalat tahajud akan menjadi salah satu sarana
penting dalam rangka melaksanakan terapi untuk menghadirkan rasa tuma’ninah, yaitu ketenangan dan ketentraman tersebut . Shalat tahajud yang dijalankan dengan ikhlas, khusuk, tepat gerakannya, dan kontinyu akan memperbaiki emosional positif dan efektifitas coping. Emosional positif dapat menghindarkan reaksi stres. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top