Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan

Penulis : Shinta Putri Megawati, S.Psi
Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa
Jln. Parangtritis Km. 09, Timbulharjo, Sewon, Bantul, 55186

Setiap pasangan pasti mendambakan memiliki buah hati yang cerdas dan berbudi pekerti luhur. Tentu hal ini merupakan satu cita-cita mulia yang perlu diupayakan bersama antara suami dan istri. Kekompakan dalam membersamai tumbuh kembang buah hati dimulai sejak dalam kandungan. Bahkan jauh sebelum itu, suami dan istri perlu memupuk cinta kasih yang dilantunkan melalui doa sebagai permohonan kepada Tuhan untuk dikaruniai buah hati yang sehat jasmani dan rohani. Pasangan suami istri sudah perlu menyiapkan diri, baik secara material, mental dan spiritual setelah melakukan pernikahan.

Ternyata perkembangan otak itu sudah dimulai sejak di dalam kandungan, sehingga orangtua perlu memberikan stimulus lebih dini, agar pembentukan sinaps (percabangan sel saraf) lebih optimal. Janin sudah mampu merasakan getaran emosi yang dirasakan oleh bundanya, sehingga sangat penting untuk memperhatikan kondisi emosional saat masa kehamilan. Beberapa penelitian psikologi menyatakan bahwa ketika bunda merasa bahagia, dalam darahnya melepaskan neo transmitter atau zat-zat rasa senang, sehingga bayi di dalam kandungan juga merasakan kebahagiaan.

Terdapat banyak aktifitas positif yang bisa dilakukan ayah dan bunda sebagai rasa syukur karena akan dikaruniai seorang anak. Diantaranya aktifitas tersebut yaitu melakukan bakti sosial, bersedekah, bersilaturahim, dan berdzikir. Bahkan ayah dan bunda dapat mengajak bicara si buah hati sambil mengelus-elus perut sebagai salah satu upaya melakukan komunikasi kepada anak. Panca indera yang pertama aktif yaitu indera pendengaran, sehingga bayi akan bereaksi terhadap suara-suara. Ayah dan bunda mampu memberikan stimulasi dengan memperdengarkan musik-musik yang menenangkan seperti musik klasik atau musik relaksasi. Bagi orang yang beragama islam, dapat memberikan stimulasi dengan memperdengarkan murottal Al-Quran. Hal ini sangat membawa pengaruh positif bagi anak maupun ibu yang sedang mengandung.

Meskipun buah hati belum lahir, namun pendidikan sudah dapat dimulai sejak di dalam kandungan. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu lebih memperhatikan dalam berperilaku bahkan bila perlu lebih optimal dalam beribadah. Sebab aktifitas ibadah memberi pengaruh positif pada pertumbuhan janin. Dengan demikian, semoga buah hati lahir sebagai pribadi yang berkualitas dan penuh makna.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top