Mengelola Keuangan, Jadikan Keluarga Bahagia

Masalah adalah hal yang tidak dapat dihindari ketika berumah tangga. Salah satu faktor penyebab keretakan rumah tangga adalah masalah pada keuangan. Jangankan pasangan yang baru menikah, pasangan yang sudah belasan tahun menikah pun terkadang ada yang mengalami konflik keuangan. Uang menjadi suatu hal yang sangat krusial, mengingat fungsinya sebagai alat tukar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan yang semakin banyak, adaptasi, dan kompromi harus selalu dilakukan dalam rumah tangga.

Perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan supaya keuangan keluarga teratur dengan maksimal. Tak sekadar untuk jangka pendek saja, tetapi juga untuk jangka yang lebih panjang. Dalam perencanaan membutuhkan kesepakatan bersama sehingga, harus saling percaya dan bekerja sama sewaktu menentukan cara menggunakan uang.

Bagaimana mengelola keuang untuk keluarga bahagia?

Beberapa  tips untuk mengelola keuangan untuk keluarga bahagia, diantaranya:

  1. Membuat Kesepakatan Dua Pihak

Diskusikan rencana keuangan bersama pasangan. Buat kesepakatan dua belah pihak mengenai gaji yang diterima. Misalnya, berapa persen untuk kebutuhan sehari-hari, berapa persen untuk tabungan, investasi, bayar utang, dan lain-lain. Saat membuat kesepakatan, alangkah baiknya jika kedua belah pihak menentukan rencana keuangan jangka pendek. Juga membuat simpanan darurat untuk membiayai kejadian yang terjadi secara tiba-tiba.

  1. Ketahui detail Pengeluaran dan pemasukan

Satu hal yang paling penting ialah mengetahui seberapa besar pemasukan di tiap bulannya. Baru kemudian mulai membuat daftar yang di dalamnya mencakup seluruh pengeluaran yang wajib, sekunder, dan lain-lainnya selama satu bulan penuh. Coba bandingkan, manakah yang lebih besar antara pengeluaran dan pemasukan. Jika hasilnya  terdapat selisih lebih besar pada pengeluaran, maka patut waspada. Sebab ini tanda bahwa keuangan keluarga penuh risiko. Lakukan evaluasi daftar anggaran bulanan, cari pengeluaran yang mungkin bisa ditunda dulu, seperti beli baju, gadget baru, perabot rumah tangga baru atau sepatu, dan lainnya. Setelah itu, pilih pengeluaran yang penting dan dibutuhkan.

  1. Mencatat Pengaluaran

Membuat catatan alur keuangan dalam keluarga juga tak kalah penting. Bukan berarti pelit, tetapi catatan tersebut bisa menjadi acuan untuk mengatur dan mengetahui ke mana saja uang habis dibelanjakan. Catatan keuangan sederhana ini akan membantu Anda mengetahui secara detail tentang pengeluaran yang terjadi tiap bulannya. Dengan begitu bisa memperkirakan langkah yang lebih tepat dalam mengelola keuangan dalam keluarga.

  1. Menabung

Menyisakan atau menyisihkan sebagian dari pemasukan untuk menabung. Jumlah yang ditabung tidak perlu terlalu banyak. Persentasenya cukup 15% dari total gaji per bulan. Tabungan juga bisa digunakan untuk rencana keuangan jangka panjang. Misalnya, untuk membiayai sekolah anak saat beranjak dewasa nanti.

Kondisi finansial yang sehat bisa tercapai jika sama-sama bijak dalam mengelola keuangan. Artinya, kedua belah pihak saling mengerti tentang kondisi keuangan rumah tangga. Hindari untuk bersikap egois karena sifat ini akan membuat rumah tangga goyah dan terjadi cekcok. Seharusnya, setiap masalah keuangan harus didiskusikan agar tujuan keuangan bersama dapat tercapai. Anggaplah rumah tangga Anda sebagai sebuah tim yang harus bekerja sama agar dapat menang. Mari terapkan tips pengelolaan keuangan yang sudah disampaikan sebelumnya, agar rumah tangga anda lebih harmonis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top