Menjadi HRD yang Humanis

HRD atau Human Resources Department merupakan salah satu kunci utama kesuksesan setiap perusahaan dan yang menjembatani antara karyawan dengan perusahan, begitupun sebaliknya. HRD berkewajiban melaksanakan tugas pokoknya untuk menciptakan dan memelihara kondisi serta atmosfir kerja yang kondusif sehingga karyawan menyukai lingkungan tempat kerja mereka. Di samping tugas pokok utama lainnya yaitu, rekrutmen, pemilihan karyawan hingga melakukan pengembangan dan training karyawan. Banyak karyawan tidak berkontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan karena mereka tidak termotivasi. Maka dari itu, memotivasi karyawan juga termasuk dalam tugas pokok HRD agar karyawan memiliki komitmen yang sungguh-sungguh pada perusahaan.

Karyawan merupakan aset perusahaan yang paling berharga dan HRD lah yang bertanggung jawab untuk memaksimalkan value karyawan. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya risiko kerja, HRD memiliki kewajiban untuk melindungi perusahaan dari masalah hukum sekaligus melindungi karyawan dari bahaya fisik ataupun emosional. Untuk mencegah bahaya emosional pada karyawan, HRD menempatkan diri sebagai wadah untuk karyawan mengeluhkan masalah pekerjaan, menengahi jika ada pertikaian antar karyawan, membantu mencari solusi karyawan terhadap permasalahannya dengan perusahaan, dan berbagai macam permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan. Maka dari itu, HRD harus menempatkan posisi sebagai wadah yang dapat menampung keluh kesah karyawan dan juga dipercaya oleh karyawan itu sendiri.  Karena permasalahan pribadi juga memberi dampak dalam performa kinerja. Namun ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi HRD yang baik, misalnya:

  1. Pertama, jadilah HRD yang dipercaya. Sehingga karyawan lebih nyaman ketika curhat dan tidak takut curhatan mereka akan bocor. Masalah yang boleh disampaikan oleh karyawan bukan saja masalah pekerjaan, tetapi masalah pribadi juga diperbolehkan. Namun, jika itu masalah pribadi atau yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, kita sebagai HRD harus memposisikan sebagai pendengar yang baik dan profesional. Cukup bangun keakraban sebagai rekan kerja dan tidak perlu mengulik lebih dalam masalah karyawan tersebut, serta hanya memberikan saran apabila diminta.
  2. Kedua, kenali seluruh karyawan lebih dekat, sehingga pada saat karyawan curhat terutama yang menyangkut karyawan lainnya, kita bisa memiliki sudut pandang sendiri yang lebih netral supaya kita bisa menentukan solusi yang tepat dan sebagai penengah yang baik.
  3. Ketiga, harus tetap diingat bahwa HRD tetaplah manusia biasa, walaupun tidak sempurna untuk menjadi HRD idaman tetapi kita harus tetap berusaha menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik.

Jadi, jika kita bercita-cita atau yang sudah menjadi HRD harus memandang karyawan sebagai sumber daya manusia milik perusahaan yang penting. HRD juga perlu berusaha membuat pekerjaan mereka menjadi menyenangkan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan menjadi sosok yang dapat dipercaya oleh karyawannya sehingga karyawan pun tidak segan mengutarakan permasalahan terutama yang menyangkut dengan pekerjaan agar iklim kerja yang positif dapat tercipta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top