Menolong dan Menyembuhkan Diri Sendiri

Oleh : Khoirunnisa Destieflia Latief

Ada kalanya seorang konselor yang terbiasa ‘menolong’ orang lain justru membutuhkan pertolongan untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu diperlukan keterampilan untuk menolong diri sendiri pada seorang konselor. Hal tersbut sesuai dengan penemuan Tandean (2008) bahwa untuk menjadi seorang konselor, calon konselor harus melalui tahap transformasi. Ada tiga tahap utama transformasi, yaitu tahap mengenal diri sendiri, tahap menolong diri sendiri dan menolong orang lain, serta tahap regulasi dan mengatur diri sendiri. Tahap kedua yaitu menolong diri sendiri dan menolong orang lain biasanya diajarkan dan dilatihkan sebagian saja. Calon konselor lebih sering dididik untuk menolong orang lain, namun jarang dilatih dan diberi keterampilan untuk menolong diri sendiri.

Dalam Simanjuntak (2012) disebutkan bahwa terdapat enam cara terbaik dan praktis membantuk setiap konselor yang sedang menjalani self-healing & self-counseling.

  1. Masalah Tidak Untuk Disimpan, Tetapi Dibagikan
  2. Masalah Tidak Untuk Diselesaikan Tapi Dirayakan
  3. Masalah Bukan Tanda Kelemahan, melainkan Kekuatan
  4. Masalah Tidak Menjauhkan, Tetapi Mendekatkan Dengan Tuhan
  5. Masalah Tidak Untuk Dihindari Tapi Dijalani
  6. Masalah Bukanlah Kutukan, Tetapi Berkah

Tahap menolong diri sendiri sering terabaikan dalam pendidikan seorang calon konselor maupun setelah seseorang menjadi konselor. Oleh karena itu, keenam tahap di atas dapat diaplikasikan untuk menolong diri konselor sendiri maupun diri klien. Terlebih, seorang konselor yang memiliki penghayatan kehidupan beragama akan memikiki kehidupan spiritual yang terolah dengan efektif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top