PERAN ANAK DALAM KELUARGA

Oleh : Dzikria Afifah Primala Wijaya

Selama ini mungkin di luar sana lebih sering membahas tentang peran Ayah atau Bunda atau bahkan keduanya dalam sebuah keluarga. Padahal sebuah keluarga dapat berjalan maksimal jika seluruh anggotanya mengambil peran masing-masing, termasuk anak. Namun, peran anak dalam sebuah keluarga tidaklah selalu sama. Peran anak dalam keluarga dapat disesuaikan menurut sudut pandang usia atau sudut pandang sosial.

Jika disesuaikan dengan sudut pandang usia, Ayah Bunda dapat memberikan peran kepada anak sesuai dengan tugas perkembangannya. Tugas perkembangan adalah hal-hal yang harus diselesaikan dalam periode-periode tertentu dalam rentang hidup manusia (Havighurst, 1961). Apabila seseorang berhasil menyelesaikan tugas perkembangan sesuai dengan masa perkembangannya, maka bahagialah orang tersebut. Namun, apabila yang terjadi justru sebaliknya, maka orang tersebut akan mengalami beberapa hambatan.

Anak dapat diberikan peran dalam sebuah keluarga ketika mulai memasuki usia remaja. Mengapa ketika remaja? Karena di masa remaja, seorang anak sudah mulai menciptakan hubungan sosial di luar keluarga. Di masa remaja pula, pertumbuhan fisik anak dimulai.  Oleh karena itu, anak-anak sudah dianggap “besar”.

Mengapa peran anak dalam keluarga tidak diberikan sejak kecil? Karena pada masa anak-anak tugas perkembangannya adalah bermain, belajar, dan bermain. Belajar disini masih dalam tahap diajarkan yang dimana cenderung masih sering dibantu oleh orang lain. Seperti memasang kancing baju, memakai sepatu sendiri, dan lain sebagainya.

Berperan dalam sebuah keluarga pada anak bisa dimulai dengan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Seperti kerapihan tempat tidur, mencuci alat makannya sendiri, menata pakaian, dan lain sebagainya. Akan tetapi, Ayah Bunda juga bisa mempercepat hal-hal itu jika memang memungkinkan. Bahkan di luar sana, beberapa anak sudah berperan sebagai seseorang yang dewasa. White (1982) menjelaskan bahwa umumnya anak dapat mulai membantu orang tua pada usia 7-9 tahun. Akan tetapi, ditemukan beberapa kasus pada anak yang di usia 5-6 tahun sudah dapat mulai membantu orang tua.

Memberi peran dalam keluarga pada anak tidak hanya memberi sebuah “pekerjaan”. Lewat peran yang diberikan, anak dapat diajarkan rasa bertanggung jawab, kepedulian, kepemimpinan, dan lain sebagainya. Harapannya, ketika anak sukses berperan dalam keluarga, maka akan sukses pula berperan dalam sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top