MENEMUKAN MAKNA KERJA

 

Pekerjaan memiliki arti penting bagi semua orang karena berkaitan dengan keberlangsungan hidup. Pekerjaan juga merupakan suatu sarana yang dapat memberikan kesempatan untuk mencari makna dalam hidup. Dengan menemukan makna, seseorang bisa melihat manfaat dari pekerjaan yang ditekuninya, apapun itu. Lalu apakah makna kerja itu sendiri?

Planet fitness – find gyms near you buy injectable steroids online toorx – oneshop.it: fitness equipment, health and beauty appliances

Makna kerja adalah sekumpulan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, sikap dan harapan serta arti khusus yang berperan besar dalam seluruh proses yang orang-orang miliki dalam hubungannya dengan kerja sehingga menimbulkan penghayatan bahagia dalam bekerja. Makna kerja bukan diperoleh dari pekerjaan itu sendiri tetapi diperoleh dari bagaimana individu dapat menunjukkan keberaniannya dalam berekspresi, keunikannya dan keistimewaannya dalam bekerja sehingga bisa mendapatkan makna dan komitmen pribadi terhadap pekerjaannya dan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kehidupannya.

Lalu sudah sejauh mana pemaknaan bekerja pada diri kita?

 

Tingkatan dari pemaknaan kerja

  1. Pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah

Makna ini adalah makna kerja yang paling dasar dan ada dalam diri setiap individu yang bekerja.  Cara pandang ini tidak salah, namun jika individu hanya memaknai pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah maka individu tersebut akan mudah merasa bosan dan melihat pekerjaannya sebagai sebuah beban atau tanpa disadari bisa menjadi motivasi bekerja  hanya semata-mata karena uang. Hal ini menyebabkan sulitnya individu menemukan kebahagian serta tanggung jawab dalam pekerjaanya.

 

  1. Pekerjaan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri

Individu yang memaknai kerja sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri akan menjadikan tempat bekerja sebagai “sekolah”. Sekolah yang dimaksud disini adalah pengalaman dari para senior di tempat kerja yang di jadikan bahan belajar untuk tidak melakukan hal yang sama. Hasilnya, dari waktu ke waktu individu tersebut semakin mahir di bidangnya.

 

  1. Pekerjaan sebagai sarana untuk belajar hal-hal baru

Individu yang memaknai ini adalah individu yang tidak hanya mementingkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya saja tetapi mau mencoba belajar di bidang yang lain. Belajar disini biasanya terkait dengan berdiskusi antar divisi-divisi lain atau bisa jadi belajar dari penerapan rotasi karyawan di perusaahan yang memang menerapkannya. Dari belajar hal-hal baru itulah individu mendapatkan bekal yang berharga.

 

  1. Pekerjaan sebagai sarana untuk ibadah.

Individu yang memaknai kerja sebagai sarana untuk ibadah akan melakukan prinsip-prinsip sesuai ajaran agama yang dianutnya.  Individu tersebut tidak terlalu mementingkan materi (uang) atau keduniawian tetapi lebih kepada mengamalkan ajaran-ajaran agama bagimana bekerja dengan hati dan membantu orang lain yang ada di lingkungan kerja. Selain itu mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan individu.

Tanpa disadari, rata-rata dari kita masih dalam tingkat pertama dalam memaknai pekerjaan. Sebenarnya pemaknaan tersebut tidak salah hanya saja sebisa mungkin pemahaman kerja tersebut di asah agar kita bisa mencapai pada pemaknaan di tingkat empat, tujuannya agar bekerja tidak hanya mementingkan sisi duniawi tetapi juga bisa mengambil makna kerja dari sisi akhirat, sehingga kita memiliki ketenangan hati dalam bekerja. Untuk menuju ke pemaknaan kerja yang keempat kita bisa meningkatkan motivasi diri sendiri, nilai kepercayaan dengan  begitu kita dapat meningkatkan makna kerja agar kedepannya kita bisa bekerja secara optimal dengan hati dan perasaan bahagia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top