Quarter Life Crisis

Apakah ini pekerjaan yang cocok untuk aku?

Apakah jalan ini yang akan membawaku kepada kesuksesan?

Apakah aku bahagia?

Harus ngapain aku habis ini?

Akan aku bawa kemana hidup ini?

Pernahkah mempertanyakan hal hal seperti di atas?

Pertanyaan pertanyaan itu biasanya muncul di rentang usia pertengahan 20-an sampai 30-an

Apakah itu yang disebut quarter life crisis?

“Periode pencarian jiwa juga terjadinya stres yang intens di usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an” biasanya karena  merasa tidak mencapai potensi penuh atau tertinggal (Forbes.com, 2016)

Quarter life crisis adalah periode ketidakpastian dan pertanyaan yang biasanya terjadi ketika orang merasa terjebak, tidak terinspirasi, dan kecewa selama pertengahan 20-an hingga awal 30-an (Bradley University)

Harvard Business Review melaporkan bahwa quarter life crisis biasanya muncul dalam empat fase. Pertama, individu merasakan terjebak dalam suatu bentuk komitmen, baik dalam kehidupan pribadi atau profesional mereka. Lalu, ada semacam perpisahan atau kesepian, apakah itu pindah ke kota baru atau meninggalkan hubungan romantis. Selama periode isolasi ini, mereka akan merenungkan di mana mereka berada dalam kehidupan dan mungkin mengubah rencana mereka, sebelum mengeksplorasi kegiatan baru, kelompok sosial atau peluang karier, dan keluar di sisi lain dari krisis.

Salah satu masalah utama dengan quarter life crisis adalah bahwa individu menemukan diri mereka dalam situasi ini sering merasa bahwa mereka tidak punya alasan untuk berjuang karena tahun-tahun ini seharusnya menyenangkan dan relatif mudah. Akibatnya, baik mereka sendiri – atau orang lain dalam hidup mereka – dapat mencoba untuk menghilangkan masalah yang mereka alami.

Itulah sedikit penjelasan mengenai apa itu quarter life crisis yang sebenarnya tidak harus menjadi sesuatu yang ditakuti. Quarter life crisis jika disikapi dengan bijak sebenarnya dapat menjadi hal yang dibutuhkan untuk membawa hidup ke level berikutnya.

MacNaughton, seorang CEO Integral Center melalui forbes.com membagikan sikap nya dalam mengatasi quarter life crisis, apa saja sikap nya?

1. Ciptakan hal-hal yang ingin anda lihat di dunia. Bergerak! Jika merasa bukan di sini passion nya, bergerak dan cari lah dimana passion itu berada, melangkahlah dan lakukan! Jangan takut untuk memulai walaupun banyak rintangan yang akan ada di depan karena pasti ada jalan jika bersungguh sungguh melakukannya

2. Berhentilah mencoba untuk menyenangkan orang lain. “Ketika saya mulai berpikir, apa yang diinginkan orang lain? Banyak dari kita menciptakan apa yang orang lain inginkan dan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi ketika kita menciptakan semata-mata untuk orang lain, itu membuat kita merasa kosong, dan seringkali kita tidak dapat memuaskan mereka sama sekali. Lebih baik, fokuslah pada diri anda dan ciptakan hal hal yang membuat diri anda puas dan senang akan pencapaian tersebut

3. Dengarkan suara hati anda. “Tujuan hidup tidak membentak, tapi berbisik.” Harus mendengarkan apa yang berbisik kepada anda dan apa yang menggelitik hati.” Mungkin sulit untuk mengenali suara sendiri setelah menghabiskan sebagian besar hidup mendengarkan orang lain, jadi dengarkan baik-baik. Saksikan apa yang hati inginkan dan menuju ke arah yang membahagiakan

4. Temukan identitas dengan mencoba hal-hal baru. Anda mungkin tidak mengenal diri sendiri sebaik yang dikira. “Perang identitas kita dan mencari tahu siapa kita dan apa yang kita pedulikan adalah peluang kita. Inilah alasan untuk bangun tidur di pagi hari. Misalnya mulailah bisnis, post sesuatu di media sosial dan lihat apa yang terjadi, explore yourself more!

5. Kenali resistensi diri. Perhatikan di mana diri merasa tahan untuk mengambil tindakan atau mengalami kesulitan dengan sesuatu. Sumur-sumur perlawanan ini adalah sumber terbesar bagi kita untuk menemukan di mana keunggulan kita dan di mana kita memiliki ruang untuk tumbuh. “Ketakutanmu adalah pembebasanmu. Di mana resistensi dan kecemasan tertinggi adalah dividen terbesar untuk pengembangan diri dan di mana menemukan mengapa ada di sini dan apa yang akan membawa manfaat bagi orang banyak

“Krisis ada karena kita harus beralih dari seorang anak yang diberi tahu apa yang harus dilakukan dan melakukannya dan mendapat imbalan ke orang dewasa yang harus memikirkan segalanya untuk diri mereka sendiri,” “Jadi kegelisahan itu ada untuk tumbuh. Orang-orang yang mengambil sikap sesuai ketika quarter life crisis di usia 20-an, akan lebih mengetahui siapa diri anda. ”

Source:

https://www.forbes.com/sites/julesschroeder/2016/09/08/millennials-this-is-what-your-quarter-life-crisis-is-telling-you/amp/

https://onlinedegrees.bradley.edu/blog/understanding-the-quarter-life-crisis/

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top