Sejahtera Psikologis Diawali dari Keluarga

oleh : Dzikria Afifah

Beberapa orang diantara kita pastinya memiliki definisi keluarga yang berbeda-beda. Mulai dari mendefinisikan dengan hal positif sampai dengan hal negatif. Ada yang menganggap keluarga adalah rumahnya, ada juga yang menganggap keluarga adalah sumber masalah.Beberapa orang diantara kita pastinya memiliki definisi keluarga yang berbeda-beda. Mulai dari mendefinisikan dengan hal positif sampai dengan hal negatif. Ada yang menganggap keluarga adalah rumahnya, ada juga yang menganggap keluarga adalah sumber masalah.

 

Tahukah Anda, kondisi keluarga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang? Sebuah keluarga jika berfungsi maksimal terhadap tumbuh kembang seseorang, maka orang tersebut akan semakin sejahtera secara psikologis (Nayana, 2013). Salah satu ciri sebuah keluarga yang memiliki pengaruh baik terhadap kesejahteraan psikologis adalah keluarga yang bahagia. Keluarga yang bahagia bukanlah keluarga yang tanpa masalah. Keluarga bahagia pun tetap memiliki masalah. Menurut Senit (Balson, 1993) keluarga bahagia ketika memiliki masalah mengutamakan kebersaamaan keluarga di atas segalanya. Selain itu, keluarga yang baik dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis adalah keluarga yang berjalan secara rasional, saling pengertian, bebas tekanan, dan bebas dari konflik internal ekonomi (Hassan, et al., 2012).

 

Hubungan orang tua dalam sebuah keluarga juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis anggotanya terutama sang anak. Menurut Nayana (2013) orang tua yang merasa puas dengan kehidupan pernikahannya akan menjadi orang tua yang hangat dan suportif terhadap anak-anaknya. Sebaliknya, hubungan orang tua yang tidak sehat akan menghasilkan anak-anak yang cemas dan depresi bahkan hingga melakukan kenakalan remaja (Nayana, 2013).

 

Pada dasarnya, fungsi keluarga adalah sebuah unit yang memiliki tugas untuk membangun ikatan emosional. Melalui keluarga harusnya anggota keluarga mendapat kebutuhan cinta dan perhatian yang cukup. Anak-anak yang tidak mendapat cinta dan perhatian yang cukup dari orang tua akan mencari kedua hal tersebut ke lingkar pertemanannya. Kondisi tersebut yang menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku pacar dan loyalitas tinggi terhadap teman sekelompok.

 

Tidak ada kata terlambat untuk hal baik, termasuk untuk menjadikan keluarga menjadi keluarga yang sehat. Baik itu sehat secara jasmani dan rohani. Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat. Jadikan keluarga sebagai sarana penghasil generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top