Selalu Ngerasa Gendut, Padahal Udah Kurus, Ada Apa Ya?

Artikel

Hai Sahabat Meta… Siapa di sini yang berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal dan berujung pada keputusan untuk diet? Kira-kira diet temen-temen menguntungkan atau merugikan hayo? “Hah, emang ada diet yang bikin rugi?” Yuk kita cari tahu.  Sahabat Meta sudah tau belum, ada istilah yang namanya gangguan makan? Kali ini kita akan bahas tentang Anorexia Nervosa, salah satu jenis dari gangguan makan. Yuk simak!

Anorexia Nervosa (AN) adalah gangguan makan yang menyebabkan seseorang terobsesi dengan berat badan dan apa yang dimakannya. Gangguan ini ditandai dengan citra tubuh yang menyimpang dan ketakutan yang tidak beralasan terhadap kelebihan berat badan. Seseorang yang mengalami AN cenderung selalu merasa bahwa proporsi tubuhnya tidak pernah ideal. Bahkan di saat semua orang berkata “Kok kamu kelihatan kurus sekali,” di mata orang yang mengalami AN, tubuhnya akan terlihat sangat besar serta terus berusaha untuk mengecilkan tubuhnya dan menurunkan berat badannya, padahal, pada kenyataanya berat badan yang dimiliki berada pada angka di bawah normal dan berisiko menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan. Orang yang mengalami AN sangat mungkin melakukan segala upaya demi mempertahankan berat badan di bawah normal. Beberapa upaya tersebut adalah:

  • Membatasi porsi makan seminimal mungkin atau tidak makan sama sekali
  • Membatasi minum
  • Melakukan olahraga terlalu berat
  • Menggunakan obat-obatan penekan nafsu makan

Dengan upaya menjaga berat badan yang berlebihan tersebut, mereka yang mengalami AN dapat mengalami dehidrasi, kekurangan nutrisi, bahkan gangguan irama jantung.

Anorexia Nervosa termasuk gangguan mental yang serius dan tidak boleh diabaikan karena ini termasuk dalam gangguan mental berupa pola pikir yang menyimpang dan bisa membahayakan dirinya. Hal ini bisa berkembang menjadi Anoreksia Nervosa Berat dan Bertahan/Severe and Enduring Anorexia Nervosa (SE-AN) yang mana penderita mengalami gangguan makan kronis yang ditandai dengan kelaparan jangka panjang, gejala fisik, dan psikologis, serta penurunan kualitas hidup yang parah. Luar biasa ya gejala serta dampaknya.

Anorexia Nervosa dapat diobati dengan pengobatan medis dan juga psikoterapi. Karena masalah fisik yang timbul akibat AN berdampak pada penurunan kualitas fisik, obat-obatan dan resep nutrisi bisa diberikan untuk memperoleh  berat tubuh normal kembali. Selain itu, juga dapat mengembalikan fungsi-fungsi organ tubuh lain yang mungkin saja menurun secara tidak langsung akibat gangguan ini. Kemudian, psikoterapi bisa diupayakan untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dan perubahan perilaku.

Tenang… Menjadi cantik sesuai standar lingkungan apalagi di media sosial bukanlah sebuah kewajiban. Kamu cantik bila kamu dapat merawat dirimu, tanpa merugikan dirimu dalam segala aspek. Jadi, yuk terapkan pola hidup sehat dan seimbang. Jadikan menjaga pola makan sebagai bentuk syukur kita pada Allah karena telah diberi kesehatan. Jangan terlalu menekan diri kita dengan diet berlebih untuk orientasi tubuh ideal, tapi berorientasi lah pada pola hidup sehatnya, sehingga upaya kita untuk mencapai suatu goal berat badan tidak sampai membahayakan diri kita sendiri. Sehat selalu, Sahabat Meta…

 

 

 

Referensi

van Elburg, A., Danner, U. N., Sternheim, L. C., Lammers, M., & Elzakkers, I. (2021). Mental Capacity, Decision-Making and Emotion Dysregulation in Severe Enduring Anorexia Nervosa. Frontiers in Psychiatry, 12(March). https://doi.org/10.3389/fpsyt.2021.545317

National Health Service UK (2020). Mental Health. Anorexia Nervosa.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Anorexia Nervosa.

 

 

 

 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*