Self Talk: Cara untuk Mengerti Diri

Apa sih yang dimaksud dengan self talk? Self talk adalah sebuah dialog internal pada diri sendiri sehingga menjadi sugesti bagi diri sendiri. Self Talk sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Sebagian dari kita mungkin pernah berbicara pada diri sendiri mengenai berbagai hal. Tanpa kita sadari hal itu juga mempengaruhi bagaimana diri kita menerjemahkan perkataan kita sendiri ketika melakukan sesuatu. Bentuk dari terjemahan yang benar membuat kita dapat memahami apa yang diri kita inginkan. Hal tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap diri sendiri atau self love. Mencintai diri sendiri berarti memenuhi segala kebutuhan diri kita dan tidak mengorbankan kesejahteraan kita untuk menyenangkan orang lain.

            Ada dua jenis self talk yang masing-masing memiliki pengaruh yang cukup bertolak belakang bagi diri kita. Pertama yaitu self talk positif atau rasional dan kedua yaitu self talk negatif atau irasional. Kedua jenis self talk tersebut memiliki pengaruh yang kuat terhadap pikiran dan perilaku kita. self-talk yang tidak rasional dapat membuat kita merasa cemas, marah, merasa bersalah, tidak berharga, bahkan depresi. Sebaliknya, bila self-talk itu dilakukan secara tepat dan akurat sesuai dengan realitas, berarti cara kita berkomunikasi dengan diri berjalan dengan baik. Self-talk dapat memberi mood yang positif saat tubuh dalam keadaan yang lelah, dengan cara mengucapkan kata-kata atau kalimat dalam pikiran yang memiliki konotasi positif. Contoh kalimat yang dapat digunakan untuk keadaan ini “saya merasa sehat, kuat, bahagia”.

            Self talk positif memiliki manfaat yang luar biasa untuk digunakan dalam keseharian. Manfaat self talk dapat dilihat sebagai berikut :

a. Penyaluran Emosi

          Saat kita merasa kesal dengan beberapa kondisi yang sedang dialami, terkadang secara sadar atau tidak sadar dalam hati akan terjadi sebuah percakapan. Apakah ingin marah atau tidak? Jika marah, seperti apa bentuk marah yang akan dimunculkan? Jika tidak, apa alasannya? Saat memutuskan untuk tidak marah, terkadang perasaan kesal masih bisa membekas. Saat inilah kita perlu untuk melakukan self talk dengan membentuk pernyataan-pernyataan untuk diri sendiri. Dengan berdialog pada diri sendiri, kita akan menjadi lebih bisa berpikir dan mentolerir emosi yang muncul.

b. Alat Bantu untuk Mengambil Keputusan

            Self talk bisa menjadi media penolong bagi diri sendiri agar dapat membantu mendapatkan pilihan yang sesuai. Seperti contoh ketika bingung memilih baju yang ingin dibeli dalam hati kita akan bicara, “yang merah bagus tetapi aku sudah punya” akhirnya tidak jadi membeli baju warna merah tetapi warna biru. Maka disitulah self talk berperan sebagai alat penimbang sebelum mencapai keputusan akhir.

c. Berinteraksi dengan Orang Lain

            Dalam memenuhi keinginan atau kebutuhan beberapa orang memilih untuk. berinteraksi dengan orang lain agar mendapatkan alternatif mengenai keputusan yang akan dibuat. Dengan adanya alternatif pendapat maka kita akan menimbang mana yang pas untuk diri kita.

d. Mengembangkan Diri

            Banyak kata-kata bijak yang bisa dijadikan pedoman atau acuan sebagai self talk. Seperti contoh, “Kebiasaan menyalahkan keadaan membuat kita tidak mampu melangkah maju”. Kalimat ini membuat seseorang berpikir dalam hati dan akhirnya berubah menjadi orang yang lebih bersemangat. Kata-kata positif yang keluar dari diri kita akan menjadi motivasi kita untuk lebih baik. Dengan berkata lebih positif diri kita akan menjadi lebih berkembang tidak terpuruk pada satu situasi yang menurut kita rumit.

 

Referensi:

Effendi, A., & Jannah, M. (2019). Pengaruh Pelatihan Self Talk Terhadap Kepercayaan Diri Atlet Lari 100 Meter. Jurnal Penelitian Psikologi.

Iswari, D., & Hartini, N. (2005). Pengaruh Pelatihan dan Evaluasi Self Talk terhadap Penurunan Tingkat Body Dissatisfaction. Jurnal Unair Surabaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top