SERING MERASA KOTOR DAN INGIN SELALU CUCI TANGAN? BISA JADI ANDA MENGALAMI OCD

SERING MERASA KOTOR DAN INGIN SELALU CUCI TANGAN? BISA JADI ANDA MENGALAMI OCD

Menghabiskan waktu berjam-jam lebih lama dari waktu normal untuk membersihkan rumah, bahkan marah jika ada yang menggeser posisi barang atau tidak mengembalikan barang ke tempatnya. Hati-hati, bisa jadi mengalami OCD. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kelainan kronis saat seseorang memiliki obsesi dan perilaku tidak terkontrol untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Obsessive adalah sebutan untuk orang yang terlalu khawatir dan terlalu banyak berpikir. Compulsive adalah gangguan personal saat orang terlalu berorientasi detail, terlalu gemar mengatur, bahkan cenderung perfeksionis. Sementara kata disorder digunakan untuk menunjukkan bahwa hal tersebut menyebabkan gangguan signifikan dalam keseharian.

Sebagian besar orang yang mengalami OCD yakni seseorang memiliki rumah yang ekstra rapi, mencuci tangan sangat sering, atau tak hentinya memeriksa telah mengunci pintu. Namun, bagi sebagian orang, realitas dari gangguan kecemasan adalah obsesi. Tekanan dan sejenis kekhawatiran, yang seringkali datang mendominasi kehidupan penderita OCD. Keteraturan merupakan inti utama OCD. Orang dengan OCD berbeda dengan pecinta kerapian yang tidak memiliki obsesi berlebih. Pecinta kerapian dan kebersihan membersihkan sekelillingnya karena merasa senang dan dapat lebih produktif di lingkungan yang bersih dan rapi. Sedangkan orang dengan OCD melakukannya di bawah tekanan.

Kenali tanda-tanda apa saja yang dialami pada OCD, diantaranya:

  1. Cuci tangan

 Gejala OCD yang paling sering terlihat adalah kebiasaan mencuci tangan. Orang yang mencuci tangan mereka terlalu sering dan berulang-ulang, bahkan ketika tangan mereka sudah bersih dan tidak kotor. Obsesi untuk segera cuci tangan dilakukan penderita OCD karena takut terkena penyakit akibat bakteri dan kuman penyakit. Selain itu, penderita OCD akut biasanya juga akan tetap khawatir tentang bahaya kuman meskipun sudah cuci tangan, biasanya bisa mencuci tangan mereka 10 kali sehari..

  1. Terlalu bersih

Bukan cuma cuci tangan, segala yang berbau dengan kebersihan, seperti cuci piring, baju, atau ruangan juga menjadi beban pikiran penderita OCD. Akibatnya, mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan semuanya. Obsesi terhadap kebersihan yang dimiliki oleh penderita OCD tak bisa dianggap normal hingga mereka seringkali terlihat tidak waras. Penderita OCD bisa mengelap permukaan meja berkali-kali, bahkan jika meja itu sudah terlihat mengilap dan bersih. Selalu ada keinginan untuk membersihkan semua hal di dekat mereka, meski jika benda-benda tersebut tidak kotor.

  1. Mengecek ulang

 Orang yang memiliki OCD seringkali melakukan suatu hal yang berulang-ulang dan tidak terkontrol. Terkadang penderita OCD bahkan tak menginginkan perilaku mengulang-ulang tersebut, namun hal tersebut tetap mereka lakukan tanpa alasan yang jelas. memiliki kebiasaan mengecek ulang apakah pintu sudah dikunci atau tak ada barang yang ketinggalan saat akan pergi? Sebenarnya kebiasaan mengecek ulang itu baik, namun jika sampai menimbulkan kecemasan, artinya kemungkinan Anda positif OCD.

Penanganan bagi penderita OCD ,biasanya diobati dengan obat-obatan, psikoterapi atau kombinasi keduanya. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) dan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) digunakan untuk membantu mengurangi gejala OCD. Contoh obat yang terbukti efektif pada orang dewasa dan anak-anak dengan OCD termasuk clomipramine, yang merupakan anggota dari kelas yang lebih tua dari “tricyclic” antidepresan, dan beberapa SSRI yang lebih baru, termasuk fluoxetine, fluvoxamine, sertraline. Psikoterapi  juga dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk orang dewasa dan anak-anak dengan OCD. Penelitian menunjukkan bahwa jenis psikoterapi tertentu, termasuk terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi terkait lainnya (misalnya, pelatihan pembalikan kebiasaan) dapat sama efektifnya dengan obat bagi banyak individu. Penelitian juga menunjukkan bahwa tipe CBT yang disebut Exposure and Response Prevention (EX/RP) efektif dalam mengurangi perilaku kompulsif dalam OCD.

Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang. Akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja. Dengan penanganan yang baik, orang dengan OCD dapat tetap menjalani hidup berkualitas dan produktif seperti orang pada umumnya, dan dapat mengendalikan obsesi dan kompulsinya ke arah yang lebih positif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top