Setiap Anak Juara

Oleh: Shinta Putri Megawati, S.Psi

Dari: Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa

Jl. Parangtritis Km 09, Bantul

Hp: 085328859600

Tlp:(0274)2811844

Anak adalah anugerah sekaligus amanah bagi para orangtua. Bahkan jauh hari sebelum mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga, sudah banyak orang yang merencanakan ingin memiliki anak yang sesuai dengan keinginan dan cita-citanya. Akan tetapi pada kenyataannya, masih ada beberapa orangtua yang salah kaprah dalam memaknai amanah tersebut. Orangtua bersikap terlalu posesif, otoriter, mendikte dan terlalu memaksakan kehendak kepada anak, sehingga anak tidak memiliki ruang untuk berekspresi.

Banyak orangtua yang menginginkan anaknya menjadi juara kelas, dengan bergelimangan prestasi di bidang akademik. Karena obsesi tersebut, orangtua memberikan les tambahan  kepada anak-anak, sehingga anak-anak tidak ada waktu untuk bermain dan bersosialisasi. Orangtua beranggapan bahwa anak yang pintar yaitu mereka yang memiliki nilai matematika bagus, mampu mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan baik, dan bidang akademik lainnya.

Padahal sesungguhnya, setiap anak memiliki potensi masing-masing, misalnya: di bidang olahraga, seni, sastra. Sehingga kurang bijak bila orangtua menilai dari satu aspek di bidang akademik, dan mengabaikan aspek yang lain. Anak-anak perlu mendapatkan apresiasi dan penguatan positif, agar mereka merasa berharga dan memiliki citra diri yang positif. Sebagai orangtua, usahakan untuk miminimalisir kebiasaan terlalu banyak mengkritik dan mengomentari pada kelemahan anak. Orangtua perlu berfokus pada kelebihan dan kebaikan anak, sehingga anak merasa bahwa dirinya berarti.

Harga diri (self esteem) pada anak akan meningkat saat orangtua sering menghargai usaha dan perbuatan anak. Sikap orangtua yang lebih memfokuskan pada sikap baik yang dilakukan anak sekecil apapun, seperti membereskan mainan setelah bermain, jauh lebih bermakna ketimbang menyalahkan dan memarahinya. Menghargai bukan berarti menyanjung anak berlebihan, menghargai anak pada hakikatnya adalah menumbuhkan kepercayaan dirinya dan menyatakan kepada dirinya bahwa ia sangat berharga.

Apabila anak-anak melakukan kesalahan dan menemui kegagalan, hindari sikap yang semakin menyudutkan. Justru orangtua perlu memberikan support, dan menyatakan bahwa wajar dalam hidup ini sesekali berjumpa dengan kejadian yang tidak diinginkan.  Tak selamanya hidup berjalan mulus, sehingga penting bagi diri ini memiliki jiwa yang tegar. Yakinkan kepada anak bahwa ada banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari kesalahan dan kegagalan.Dengan demikian anak-anak akan tumbuh menjadi sang juara di bidang masing-masing, dan mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top