Spiritual Workplace : Bekerja Menjadi Lebih Bermakna

Menghadapi era revolusi industri 4.0, berbagai perusahaan di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin beragam. Untuk menghadapi tantangan tersebut, berbagai strategi diterapkan oleh perusaahaan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dikarenaan sumber daya manusia berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Perusahaan yang lengkap dengan sarana dan prasarana tidak akan berarti tanpa adanya manusia sebagai pengelola dan pencetus gagasan untuk perusahaan.

Kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan karakteristik yang ada di suatu organisasi berisi nilai dan norma yang digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku dalam suatu organisasi. Budaya organisasi merupakan salah satu hal yang membedakan organisasi satu dengan organisasi lainnya.

Salah satu budaya organisasi di tempat kerja adalah spiritual workplace. Spiritualitas kerja menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir, karena fenomena mengenai pekerjaan yang lama kelamaan dinilai sebagai rutinitas untuk mencari uang saja tanpa pemaknaan yang berarti. Padahal, manusia pada dasarnya memiliki hasrat untuk hidup bermakna dan mencari identitas diri dari suatu pekerjaan.

Spiritualitas kerja merupakan nilai-nilai budaya organisasi yang mendorong individu untuk memahami dirinya sebagai makhluk spiritual yang membutuhkan pemeliharaan di tempat kerja dengan segala nilai yang dimilikinya. Spiritualitas kerja membuat individu merasa saling terhubung dengan orang lain dan komunitas di tempatnya bekerja. Selain itu, spiritualitas memberikan rasa tujuan dan makna bagi karyawan di tempat kerja.

Spiritual workplace memiliki beberapa komponen, yaitu pekerjaan yang bermakna, perasaan terhubung dengan komunitas, dan penegakan nilai-nilai dalam suatu organisasi. Komponen pekerjaan yang bermakna dan perasaan terhubung dengan komunitas meningkatkan komitmen terhadap organisasi dimana individu bekerja, memperkecil intensi individu untuk keluar dari pekerjaan, memunculkan kepuasan kerja intrinsik, memunculkan keterlibatan lebih terhadap pekerjaan, dan meningkatkan self-esteem individu.

Berdasarkan hasil penelitian, individu yang menanamkan spiritualitas ketika bekerja akan mampu memunculkan nilai-nilai terdalam dari dirinya yang menunjang pekerjaan. Spiritualitas akan memberikan harapan tentang pemenuhan diri secara mendalam dan seimbang. Pada akhirnya, individu akan mengalami kebahagiaan dan kebermaknaan dalam pekerjaannya. Individu yang menerapkan nilai spiritual dalam pekerjaannya ketika berhubungan dengan orang lain, maka akan melihat dirinya sebagai bagian dari komunitas yang dapat dipercaya, mengalami perkembangan pribadi sebagai bagian dari komunitas di mana mereka merasa dihargai dan didukung. Pemahaman akan spiritualitas di tempat kerja membuat individu merasa setara dan memungkinkan mereka hidup dalam lingkungan yang bebas dari rasa takut. Hal ini menyebabkan individu dapat meningkatkan ketajaman intuisi dan kreativitas, serta rasa kepemilikan terhadap organisasi tempatnya bekerja.

Spiritualitas dapat membuat karyawan lebih efektif dalam bekerja. Hal ini disebabkan karena karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk meningkatkan spiritualitas akan menunjukkan usaha yang lebih besar dibanding karyawan yang melihat pekerjaannya hanya sebagai alat untuk memperoleh uang. Spiritualitas di tempat kerja telah menunjukkan banyak potensi dan manfaatnyaa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika setiap perusahaan beserta karyawan mulai mencoba menerapkan spiritual workplace untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di suatu perusahaan. Selanjutnya, kedua pihak dapat bersinergi secara aktif mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang positif. Pekerjaan akan terasa lebih bermakna ketika tujuan yang ditetapkan bukan hanya finansial, tapi juga kebahagiaan dan kebermaknaan yang dapat diperoleh dari bekerja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top