Tips dan Cara Mengatasi Nervous saat Presentasi

Tips dan Cara Mengatasi Nervous saat Presentasi

Berbicara di depan umum sering kali menjadi hal yang menakutkan untuk beberapa orang karena tidak sedikit orang yang merasa gugup, gemetar, dan nervous ketika akan bebrbicara di depan umum. Hal ini bukan hanya terjadi pada orang belum pernah atau jarang bebicara di depan umum, beberapa orang yang sudah cukup sering berbicara di depan umum pun terkadang masih mengalami beberapa hal tersebut. Hanya saja mereka yang sudah sering berbicara di depan umum sudah mengetahui tips dan cara mengatasi rasa gugup atau nervous tersebut. Di dalam artikel ini kita akan membagi sedikit tips dan cara mengatasi gugup atau nervous saat berbicara di depan umum.

1. Persiapan

Tidak ada presentasi yang lebih baik, dari sebuah presentasi yang dipersiapkan dengan baik. Rasa khawatir dan cemas saat presentasi sebetulnya adalah buah dari persiapan yang kurang matang.Ketakutan timbul ketika kita merasa ada yang kurang dari persiapan yang kita lakukan.

Persiapan ini penting, selain untuk mendukung kesuksesa keseluruhan presentasi, persiapan akan membantu kita lebih percaya diri, lebih tenang menghadapi presentasi yang akan dilakukan.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Semua hal yang diperlukan untuk mendukung kesuksesan presentasi harus disiapkan.

Mulai dari penetapan tujuan, mengetahui siapa audiens yang akan hadir, penguasaan dan penyusunan materi, pembuatan media visual menarik jika memang menggunakan media visual, cek file presentasi agar dapat ditayangkan dengan jelas pada layar LCD.Pastikan charger laptop  selalu ada di dalam tas untuk mengatasi kehabisan baterai.  

Rasa gugup atau grogi akan muncul ketika persiapan pertama ini tidak kita lakukan dengan baik atau ada sesuatu yang terlupakan.

2Datanglah Lebih Awal 

Cara ini bagus dilakukan, khususnya untuk Anda yang akan melakukan presentasi di tempat baru, dengan audiens yang  belum dikenal.

Dengan datang lebih awal kita akan punya kesempatan untuk mengenali dan merasakan suasana ruangan yang akan kita gunakan, mengecek persiapan dari sisi peralatan dan sebagianya, plus kita juga akan punya kesempatan untuk mengenali audiens . Meski memang, tidak bisa semuanya, namun demikian jika kitaa bisa melakukannya, percayalah kita akan jauh lebih tenang.

3.Atur Nafas

Pada umumnya saat kita grogi  detak jantung kita berdetak lebih cepat dan perasaan menjadi tidak menentu.

Saat seperti ini kita rasakan, cobalah untuk untuk  mengatur nafas .

Penerapannya seperti ini.Saat perasaan  tidak menentu, cobalah atur nafas .

Jika posisi masih duduk ( masih belum tampil) kita bisa mulai dengan merilekskan tubuh , terus  tarik nafas dari hidung pelan dan sampai maksimal, kemudian keluarkan.

Lakukan sampai rasa deg-degan berkurang atau sampai  merasa nyaman.

Tapi  jika grogi itu menyarang saat akan maju atau saat awal-awal akan membuka presentasi lakukan dengan memanfaatkan waktu saat berdiri berdiri, sambil beranjak tarik nafas dalam, kemudian hembuskan setelah itu silhakan jalan menuju tempat.

Kemudian saat sudah berada di depan, jangan langsung bicara. Pastikan posisi  rileks, posisi kaki agak terbuka selebar bahu, kemudian kalau menggunakan mic, pegang mic dan posisikan dengan benar, setelah itu ambil waktu sekian detik untuk memandang audiens dan melemparkan senyum, kemudian sampaikan salam.

Nah saat audiens menjawab salam, tarik lagi nafas yang dalam.

4. Fokus pada Presentasi

Saat berjalannya presentasi, ada kalanya terjadi gangguan dari luar seperti proyektor yang tiba-tiba tidak berfungsi atau ada salah satu hadirin yang tak sengaja menjatuhkan gelas air sehingga membuat konsentrasi  buyar.

Bila terjadi situasi tersebut, sebaiknya kita  tetap tenang dan fokus pada presentasi. Ini bukanlah kesalahan yang kita perbuat! Tetaplah fokus pada materi presentasi yang  disampaikan.

5.  Maksimalkan Bahasa Tubuh

Gunakan bahasa tubuh yang tepat untuk mengatasi rasa gugup saat presentasi.

Para audiens juga akan memperhatikan bahasa tubuh yang kita gunakan. Setiap gerakan yang kita pakai untuk menjelaskan materi yang ternyata berperan untuk menolong audiens agar lebih mengerti apa yang kita sampaikan.

Lakukan perpindahan posisi namun jangan terlalu sering. Hal ini bertujuan agar pikiran lebih nyaman.

6. Latihan

Latihan adalah proses mengulang dan membiasakan diri dengan konten presentasi yang akan dibawakan. Tidak bisa kita merancang konten sekali, selesai, dan ketika dibawakan langsung lancar dan fasih. Kita membutuhkan proses latihan untuk mengingat dan benar-benar memahami isi presentasi.

Di sini yang  latihan yang di maksud bukannya menghafal kata per-kata. Tidak di sarankan untuk melakukan hal tersebut.Mengapa? Karena nanti ketika tampil dan merasa tegang, maka kemungkinan lupa akan lebih besar. Begitu lupa satu kalimat atau bahkan satu kata, maka buyarlah semuanya. 

Selain itu ketika menghafal kata per-kata, cara kita membawakan tidak akan natural seperti orang berkomunikasi. Audiens akan merasa kita hanya seperti membaca atau melakukan monolog, bukannya berkomunikasi dengan mereka. Akhirnya tidak ada koneksi yang terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top