Trauma Healing Melalui Kegiatan Psikologi

Trauma Healing Melalui Kegiatan Psikologi

Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa

Jl Parangtritis Km 9 Bantul, Yogyakarta, 55186 (Sebrang BPD DIY Jl Parangtritis)

(0274)2811844/085328859600

Minggu, 5 Agustus 2018 telah terjadi bencana alam gempa bumi di wilayah bagian tenggara Indonesia, tepatnya di Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat. Gempa bumi merupakan salah satu bentuk dari bencana alam. Bencana alam adalah peristiwa alam yang kemudian memberikan pengaruh pada manusia dan menyebabkan adanya perubahan perilaku. Bencana alam itu kemudian menimbuikan problem/gangguan pada perilaku dan proses mental manusia yang menjadi korbannya. Beberapa problem psikologis yang terjadl setelah gempa itu adalah cemas, stress dan trauma.

Korban akan  merasa cemas, para korban mudah merasa takut sehingga korban sangat mudah terpengaruh oleh isu dan rumor yang belum tentu benar adanya. Selain merasa cemas korban juga merasa stress dimana kondisi tersebut terjadi akibat adanya kondisi menekan dan mendorong psikologis merasakan beban berat seperti melihat rumah dan bangunan yang hancur, kondisi bahan pangan dan obat-obatan yang tidak  mencukupi.  Korban juga dapat mengalami trauma, korban dapat merasakan memar secara psikologis seperti mudahnya merasa terkejut bila mendengar suara ang terlalu bising atau mendengar suara yang terlalu keras  dan nyaring.

Untuk meminimalisir atau mengurangi rasa cemas, stress maupun trauma kita dapat mempersiapkan psikologis untuk menghadapi bencana diantaranya (1) Meningkatkan daya kritis dan rasionalitas warga dengan cara meningkatkan kemampuan warga untuk mampu membedakan faktadan analisis.Hal ini diperlukan agar warga tidak mudah dipengaruhi oleh rumorsehlngga tidak pula mudah mengalami ketakutan dan stres karena seolah masalah datang bertubirtubl. (2)Mengerti dan mampumelakukan langkahlangkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana, khususnya dengan penyelamatan diri, aset dan dokumen. Kesiapan seperti ini akan memudahkan orang ketika bencana datang. Pada umumnya, orang akan secara spontan meiarikan diri dari bahaya, dan tidak akan teringat akan penyelamatan aset dan dokumen yang berharga dalam kehidupan seianjutnya. Apabiia hal inisudah disiapkan maka ketika ada bencana segaia sesuatunya iebihmudah diiakukan. (3) Mampu berserah diri secara total kepada Sang Pencipta. Tidak ada manusia yang dapat mengatasi sendiri segaia persoalannya. Keberagamaan akan sangat membantu manusia daiam meng hadapi persoaian-persoalan hidup karena keyakinan kepada Sang Pencipta akan mampu memotivasi manusia untuk tetap bertahan dan berusaha mengatasi persoaiannya. Kesiapan menghadapi bencana merupakan satu modal bagi setiap orang untuk mengatasi permasalahannya. Namun demikian, setiap orang tidakiah sendiri. Ketika terjadi bencana pertolongan akan datang puladari berbagai pihak. Setiap kali terjadi bencana di suatu tempatsimpati akan datang dari mana-mana, dan relawan pun datang untuk memberikan pertolongan.

Perlu pula dipahami bahwa setiap orang yang mengalami masalah atau tekanan psikologis membutuhkan tempat untuk meringankan tekanan atau stres tersebut. Tempat curhat, menjadi sangat penting dalam pemberian bantuan kepada korban gempa. Cara meringankan dapat pula ada dalam berbagai bentuk. Konseling, kesenian, olah raga, dapat menjadi sarana untuk meringankan tekanan. Satu hal yang perlu diperhatikan daiam pengadaan tempat curhat. Jika relawan menyediakan diri untuk mendengarkan, maka idealnya dia ada dalam kondisi yang stabil karena ia akan mendengarkan cerita yang mungkin tidak pernah dibayangkannya. Kemampuan untukfokus pada orang yang curhat menjadi sangat penting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top